Advokasi Aktivitas Berita Berita Nasional Hukum Peristiwa

Pecandu Yang Sudah Melapor Dituntut 6 Bulan Penjara di PN Bantul

Sidang di PN Bantul

Bantul – Sidang tuntutan atas terdakwa RH (34) dan YB(36)  di Pengadilan Negeri Bantul DI Yogyakarta pada Kamis (4/4), dipimpin oleh Hakim Hendra SH berlangsung sangat singkat. Jaksa Penuntut Umum Eko SH menuntut kedua tersangka dengan 6 bulan kurungan. Kedua tersangka telah terbukti melanggar pasal 127 (1) UU No 35 Tahun 2009, dengan menggunakan heroin yang termasuk Narkotika golongan I.

Tuntutan jaksa ini lebih ringan daripada ancaman pasal yang dituduhkan penyidik Polres Bantul, yaitu pasal 111 & 112 UU No 35 Tahun 2009 yaitu minimal kurungan 4 tahun penjara.Tim kuasa hukum tersangka akan mengajukan pledoi tertulis untuk agenda sidang minggu depan.

Seperti diberitakan Okezone, pada 14 Desember 2012, RH dan YB, dua pengguna NAPZA jenis heroin ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres Bantul. YB ditangkap pada Kamis, 13 Desember 2012 sekitar pukul 10.00 WIB di depan toilet SPBU Jalan Bantul, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta.

Menurut Koordinator Tim Advokasi Pecandu NAPZA, Armeth Jogja, Bambang Yulistyo, pada saat ditangkap YB sudah menunjukkan kartu pasien Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), karena dia sudah melaporkan diri sebagai pasien ketergantungan NAPZA ke IPWL Puskesmas Gedongtengen  Yogyakarta.

Walaupun YB telah terdaftar sebagai pasien Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta,tetap saja ia ditangkap dan diproses hukum oleh pihak Polres Bantul. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah no 25 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika pasal 10 (2), para pecandu yang sudah melapor berhak mendapatkan vonis rehabilitasi apabila telah memenuhi syarat yang ditentukan.

Sedangkan rekan YB, RH, ditangkap di rumahnya di Sleman pada hari yang sama sekitar pukul 12.00 WIB. RH belum sempat menyelesaikan pelaporan ke IPWL yang memang berlangsung selama 2 hari.

Dari tangan YB, polisi menyita satu paket heroin seberat 0,37 gram, tujuh jarum suntik, enam saset kapas beralkohol, satu tas hitam, satu kartu ATM, satu STNK Honda Vario, dan satu HP Nokia. Dari tangan RH, polisi menyita sembilan plastik klip yang terdapat sisa heroin, satu ranting ganja berukuran panjang 11 sentimeter seberat 0,18 gram, tiga suntikan, satu jamur suntik bekas pakai, dua saset kapas berakohol, empat bungkus bekas kopi ABC, satu puntung rokok bekas ganja, dan satu handphone.

Kedua tersangka,mendapatkan paket heroin dengan membeli melalui transfer. Artinya, mereka mendapatkan barang dari bandar yang diperoleh melalui jaringan telefon seluler yang dikendalikan oleh orang yang tidak dikenal tersangka sebelumnya.(DM/YS)