Advokasi Aktivitas Berita Lembaga Kegiatan

PBHI Jateng: Stigma pada Pecandu Tumbuh Subur oleh Pemberitaan Media

Pertemuan Penegak Hukum Penanganan Pecandu NAPZA

Semarang -Stigma yang melekat pada pengguna NAPZA dapat terus menerus terpelihara bila media massa ikut serta melanggengkannya. Istilah-istilah yang digunakan media dalam memberitakan korban dalam kasus NAPZA seringkali menggiring opini publik untuk merendahkan martabat mereka sebagai manusia.

Pernyataan ini disampaikan Kahar Muamalsyah, SH, Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Jawa Tengah pada acara “Pertemuan Penegak Hukum Untuk Penanganan Pecandu NAPZA di Kota dan Kabupaten Semarang” yang diselenggarakan di Hotel Semesta Semarang, Selasa (10/7).

Kahar mengungkapkan, istilah yang marak digunakan media seperti: mencokok, menciduk dan menggaruk, bukan bahasa baku dalam ranah hukum. ” Tidak ada istilah surat pencidukan , yang ada hanyalah surat penangkapan. Sehingga, sebaiknya media menggunakan bahasa yang tepat dalam memberitakan kasus NAPZA. Pemberitaan juga harus menilik sisi-sisi manusiawi para korban”, tegas Kahar.

Selain dihadiri oleh Institusi Kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman dan Lembaga Bantuan Hukum, Pertemuan Penegak Hukum Untuk Penanganan Pecandu NAPZA di Kota dan Kabupaten Semarang ini dihadiri oleh Aliansi Jurnalis Independen kota Semarang serta jurnalis dari berbagai media massa. (YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *