Berita Nasional Kebijakan Kegiatan

PBHI Jateng Kritisi Promosi Rehabilitasi Pecandu yang Tak Manusiawi

Pertemuan Penegak Hukum Penanganan Pecandu NAPZA

Semarang – Pada prinsipnya semua pengguna NAPZA adalah korban bukan kriminal. Oleh karenanya masalah kerancuan kebijakan, peraturan dan ketiadaan fasilitas adalah urusan negara dan aparat, bukan kesalahan masyarakat, dan bukan kesalahan korban NAPZA.

Pernyataan ini disampaikan Kahar Muamalsyah, SH, Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Jawa Tengah pada acara “Pertemuan Penegak Hukum Untuk Penanganan Pecandu Napza di Kota dan Kabupaten Semarang” yang diselenggarakan di Hotel Semesta Semarang, Selasa (10/7).“Yang dibutuhkan adalah perlindungan dan pelayanan. Selama ini stigma masyarakat dan perlakuan buruk aparat dengan landasan hukum yang dipegang masing-masing departemen, telah menyebabkan korban NAPZA merasa rendah diri dan tertutup,” paparnya.

Dalam hal ini, menurut Kahar negara juga telah melakukan pembiaran sekian lama terhadap praktek-praktek pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh aparat terhadap pengguna NAPZA. Praktek-praktek pelanggaran HAM ini kerap dilakukan oleh aparat kepolisian dalam prosedur penangkapan, penyidikan dan penahanan. Temuan internal PBHI sendiri menunjukkan 90% klien  pengguna NAPZA melaporkan praktek penyiksaan dalam proses penangkapan, penyidikan dan penahanan kepolisian.

“Sementara itu, tempat-tempat rehabilitasi yg tidak manusiawi justru dipromosikan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP). Pernyataan ini membuat saya prihatin. Praktek kekerasan dalam institusi rehabilitasi seharusnya tidak boleh ditolerir,” tegas Kahar. Kritik Kahar tersebut ditujukan menanggapi pernyataan Kombes Polisi Soetarmono sebagai Kepala BNNP yang membahas metode rehabilitasi salah satu pesantren di Indonesia yang mengikat pecandu NAPZA di pohon sampai gejala putus obatnya hilang. Kahar menganggap metode rehabilitasi tersebut tidak manusiawi dan tidak sepantasnya dipromosikan dalam forum-forum layanan pecandu NAPZA.(IH/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *