Berita Internasional

PBB: Konsumsi Narkotika Sintetis Meningkat

Wina – Sebuah laporan terbaru PBB mengatakan perekonomian yang semakin maju di Asia dan Timur Tengah membuat konsumsi narkotika sintetis meningkat. Laporan tersebut dibuat oleh Badan PBB yang bertanggungjawab atas obat-obat terlarang, UNODC.
UNODC mengatakan di saat pemakaian obat seperti ekstasi dan amfetamin di sebagian besar negara maju tidak mengalami peningkatan, jumlah pengguna di Asia bertambah.
Seperti yang diberitakan BBC, UNODC mengatakan angka tahunan bagi penggunaan obat-obat terlarang seperti amfetamin, metamfetamin dan ekstasi lebih tinggi dari pemakaian kokain dan heroin. Pasar bagi jenis-jenis obat bius itu di dunia diperkirakan senilai 65 miliar dollar.

Laporan tersebut mengatakan meski pemakaian obat-obat tadi di Amerika Utara dan Eropa tidak meningkat, masalah kini pindah ke belahan dunia lain.

Banyak negara-negara Asia melaporkan peningkatan pemakaian obat metamfetamin dan laporan badan PBB itu mengatakan pil-pil amfetamin berjumlah besar disita di Arab Saudi.

Berbeda dengan narkotika yang dibuat dari tanaman, seperti kokain dan heroin, laporan UNODC mengatakan produksi obat terlarang sintetis sulit dilacak karena bahan dasarnya mudah didapat dan sama dengan bahan yang digunakan untuk keperluan industri kimia.

Kepala UNODC, Antonio Maria Costa mengatakan 10 tahun lalu obat bius sintetis diproduksi dalam skala kecil oleh perorangan, tetapi dia mengatakan produksinya sekarang adalah bisnis besar yang dikendalikan oleh kelompok-kelompok penjahat terorganisir.

“Ini semua mungkin ada hubungannya dengan meningkatnya pendapatan di Asia Tenggara dan Timur Tengah,” kata Costa.

“Disini kita merujuk pada masyarakat yang bergerak dengan cepat, baik secara sosial, ekonomi maupun keuangan. Tidak diragukan lagi ini juga membuat pasar semakin membesar.” tambah Costa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *