Berita Internasional Kebijakan Mancanegara

PBB Kecam Uruguay Karena Legalkan Ganja

Jakarta – Badan pengendali narkoba PBB dengan keras mengecam undang-undang Uruguay yang mengesahkan penggunaan ganja. Menurut Badan Pengawas Narkotika Internasional (INCB) keputusan Uruguay ini melanggar traktat pengendalian obat terlarang yang sudah diratifikasi Uruguay beberapa waktu sebelumnya.

INCB mendesak agar Uruguay tetap mematuhi undang-undang internasional yang membatasai penggunaan ganja untuk tujuan kesehatan dan ilmiah.

Berdasarkan undang-undang yang sudah disahkan DPR Uruguay, maka pemerintah akan mengatur penanaman, penjualan, dan pembelian ganja. Namun hanya pemerintah yang diperkenankan untuk menjualnya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan beberapa jam setelah UU disahkan, INCB menyebutkan bahwa langkah itu akan memiliki konsekuensi serius terhadap kesejahatan dan kesejahteraan rakyat Uruguay.

INCB merupakan sebuah badan independen yang didirikan PBB untuk mengawasi kepatuhan negara-negara di dunia dalam menerapkan traktat internasional tentang obat terlarang.

Dalam setahun diperkirakan 22 ton ganja diperjualbelikan di Uruguay. Ditambahkan pula Undang-Undang tersebut akan menghambat upaya pencegahan penyalahgunaan ganja di kalangan kaum muda.

Walau sudah disahkan DPR, UU tersebut masih harus disahkan oleh Senat, yang diperkirakan akan mendukungnya karena dikuasai kubu pemerintah sayap kiri.

Di tingkat DPR, RUU tersebut disetujui 50 dari 96 orang anggota parlemen setelah perdebatan panjang selama 13 jam.

Penggunaan marijuana meningkat dua kali lipat di Uruguay pada tahun lalu dengan perkiraan 22 ton diperjualbelikan dalam setahun, berdasarkan data Komite Nasional Obat Terlarang Uruguay.

Pendukung UU berpendapat penjualan ganja di bawah pengawasan pemerintah akan membuat para pengedar narkoba tidak akan mendapat keuntungan lagi dan sekaligus mendorong para pecandu beralih dari obat bius yang lebih berat.(BBC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *