Peristiwa

Patrialis Akbar: Kerusuhan di Kerobokan Belum Tentu Karena Narkoba

Patrialis Akbar

Jakarta – Menanggapi pertanyaan mengenai kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan Denpasar, Bali, Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar belum bisa memastikan apakah kerusuhan ini akibat narkoba.

“Mengenai kerusuhan ini adalah sesuatu hal yang sangat disesalkan. Kerusuhan ini menyebabkan kerusakan fisik di Lapas. Bayangkan, 1.100 orang mengamuk,” ujar Patrialis pada Senin (27/6) di Gedung DPR RI.

Patrialis menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere untuk mengadakan pertemuan antara Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan BNN.

Selanjutnya Patrialis juga membantah bahwa Lapas Kerobokan merupakan sarang narkoba, meskipun tidak tertutup kemungkinan adanya petugas yang menjadi pemasok narkoba ke Lapas tersebut.

“Kita tidak bisa menutup diri kalau ada beberapa orang yang main kucing-kucingan dengan berbagai cara. Kalau itu ada, saya sudah perintahkan Irjen Lapas untuk memecat. Sudah ada puluhan orang yang terlibat narkoba dipecat. Saya keras untuk urusan narkoba,” tambahnya.

Saat ini, Kepala Lapas Kerobokan sedang diperiksa oleh Kanwil Kemenkumham bersama dengan BNN Bali. Patrialis juga menyatakan bahwa KEmenkumham telah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki dan mengelola seluruh Lapas di Tanah Air.

“Tolong jangan dibesarkan seolah-olah kami tidak bekerja dan menyebutkan bahwa Lapas adalah pusat narkoba. Justru pusat narkoba ada diluar. Kami bekerja keras mengelola Lapas dan mengelola orang yang berhadapan dengan hukum,” tutupnya. (AM/IH)