Berita Berita Nasional Hukum Peristiwa

Pasien Adiksi RSJ Ghrasia Pertanyakan Manfaat Wajib Lapor Pecandu

AD di Rutan Polda DIY
AD di Rutan Polda DIY

Sleman – AD (28 ) seorang pengguna napza yang sudah melaporkan diri ke Institusi Penerima Wajib Lapor untuk pecandu NAPZA ditangkap oleh Tim Restik Polda DIY pada Minggu tanggal (1/9) di rumahnya di Sleman. Barang bukti yang ditemukan berupa plastik klip bekas shabu dan pipet yg sudah dipotong. Sedangkan hasil tes urin AD positif  mengandung amfetamin.

“Mengapa saya masih ditempatkan di rutan? Disini tidak ada layanan kesehatan yang saya butuhkan” , keluh AD . “Padahal saya sudah melapor ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Rumah Sakit Jiwa Ghrasia Yogyakarta, sesuai dengan PP No 25 tahun 2012 tentang Wajib Lapor Pecandu Narkotika”, ujar AD saat ditemui NapzaIndonesia.com di Rutan POLDA DIY (29/9).

AD sudah pernah dipenjara dua kali dengan kasus yang sama dan. Pada kedua kasus tersebut  AD telah mendapatkan vonis pemenjaraan.

“Tenyata penjara tidak membuat saya sembuh dari ketergantungan shabu.Selama di penjara kecanduan saya bertambah parah karena peredaran gelap NAPZA di penjara sangat marak. Sangat mudah untuk memperoleh shabu, “ tutur AD terang-terangan.

AD selesai menjalani hukuman  penjara yang kedua pada  September 2012, dan sempat  menjalani rehabilitasi rawat inap pada September 2012, dan kemudian dilanjutkan dengan rawat jalan sampai dengan November 2012.

AD kemudian mengikuti program wajib lapor. dengan harapan lapor ke IPWL akan membantu saat ia kemungkinan tertangkap lagi. AD beranggapan adiksi sangat progresif dan kronis. Ternyata dugaan AD tidak meleset, ia kembali kambuh menggunakan shabu dan akhirnya tertangkap lagi pada tanggal 1 September 2013.

AD berharap vonis rehabilitasi seperti yang dijanjikan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY pada saat ia pertama kali menerima informasi terkait program wajib lapor. Pengalaman berada di penjara menimbulkan trauma bagi AD terutama saat anak-anaknya terpaksa menjenguknya di penjara.

Yang sangat memberatkan hati AD, ia banyak mengajak rekan-rekan sesama pengguna NAPZA untuk melaporkan diri. “Apesnya, saya sebagai pihak yang mempromosikan wajib lapor justru ditangkap aparat. Selama ditahan saya tidak merasakan manfaat wajib lapor. Tidak ada perbedaan perlakuan, “ tukas AD mengakhiri wawancara. (Tj/YS)

3 thoughts on “Pasien Adiksi RSJ Ghrasia Pertanyakan Manfaat Wajib Lapor Pecandu”

  1. InsyaAlloh.. semoga dengan niat baik mas AD, Alloh swt keruniakan hidayah.. siapapun yg mencari kebenaran yg HAQ, Alloh swt akan berikan rahmat dan kasih sayangnya.. mas AD sudah punya niat dan tekad yang kuat, setelah mengalami masa tahanan dan rehabilitasi, untuk mengikuti program ishlah diri i’tikaf di masjid sebagai usaha atas iman. Peace Love and respect untuk para tahanan napza,.. (Rachmat Wijaya)

  2. adakah di jogja perkumpulan untuk HIV positiv laki laki,
    saya ingin punya kawan

  3. ada beberapa KDS ( kelompok dukungan sebaya) di Jogja . hubungi 089615535777

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *