Advokasi Berita Nasional Peristiwa

Paralegal PERFORMA Kawal Kasus Penyiksaan Polisi Terhadap Pecandu

Semarang – Divisi Paralegal PERFORMA kembali melakukan pendampingan terhadap kasus kekerasan yang dialami empat pengguna NAPZA yang ditangkap oleh Kepolisian Resor (Polres) pada Minggu (12/3) lalu.

Pengguna NAPZA berinisial DZ, DN, YH dan seorang perempuan, ML ini ditangkap atas kasus kepemilikan ganja. DZ, DN dan ML ditangkap di wilayah Ambarawa, sedangkan YH di kawasan Manyaran, Semarang.

Keempatnya menjadi korban kekerasan aparat kepolisan Polres Ungaran dalam proses penangkapan dan penyidikan.

Dalam proses pendampingan ini, PERFORMA fokus pada tindak kekerasan dan penyiksaan yang dialami keempatnya. Seperti yang disaksikan oleh anggota PERFORMA yang sempat menemui keempatnya di tahanan Polres Ungaran, ditemukan bekas tanda penyiksaan di bagian tubuh keempat tersangka ini.

Penyiksaan ini juga diceritakan oleh keempat pengguna NAPZA tersebut kepada koordinator divisi paralegal PERFORMA, Arifiyanto saat menemui keempatnya di tahanan Polres.

“Keempatnya menceritakan bahwa dalam proses penangkapan dan penyidikan sempat diancam, dipukul dan diintimidasi oleh petugas yang menangkap maupun penyidik,” kata Arifiyanto saat ditemui Napzaindonesia di drop in center PERFORMA.

Menurut Arifiyanto, fakta penyiksaan yang dialami keempat pengguna NAPZA ini akan ditindak lanjuti dengan pelaporan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng.

“Meskipun ada keraguan, ketakutan dan kebingungan  dari kawan-kawan yang tertangkap ini, kami tetap akan melaporkan penyiksaan yang dilakukan oleh polisi ke Propam,” tambahnya.

Petugas paralegal PERFORMA yang melakukan pendampingan dalam kasus penyiksaan pada pengguna NAPZA ini juga mengutarakan pendapat yang sama tentang perlunya melaporkan hal tersebut ke Propam.

Selama ini aparat selalu bertindak sewenang-wenang terhadap pengguna NAPZA yang ditangkap. Baik dalam proses penangkapan maupun proses penyidikan. Pengguna NAPZA seolah-olah menjadi komoditi untuk menaikkan pangkat dan memperkaya diri para penegak hukum.

“Kalau kita tidak memulainya, maka tidak akan ada perubahan. Polisi akan selamanya menyiksa dan memeras para pengguna NAPZA yang tertangkap,” ujar Toni, salah satu paralegal dari PERFORMA. (IH)

One thought on “Paralegal PERFORMA Kawal Kasus Penyiksaan Polisi Terhadap Pecandu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *