Peristiwa

Para Penyelundup Sabu Tidak Menyangka Ngurah Rai Seketat Soekarno-Hatta

bend iranTuban – Tujuh warga negara Iran yang ditangkap pihak Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai Bali pada Rabu (9/12) karena menyelundupkan 3 kilogram sabu-sabu senilai 7 milyar rupiah, mengakui bahwa psikotropika yang mereka selundupkan dalam perut mereka ditelan di Istambul, Turky.

“Para tersangka ini datang dari Istambul, Turki dan sempat transit di Kuala Lumpur sebelum terbang ke Bali,” papar Dirnarkoba Polda Bali, Komisaris Besar (Kombes) Kokot Indarto.

Namun menurut Kokot Indarto, dari keterangan para pelaku, mereka berencana hanya dua jam di Bali, karena tujuan mereka sebenarnya di Jakarta.

”Mereka mengira Bali tidak ketat, apalagi jelang natal dan tahun baru,” jelasnya seperti yang dikutip Selebzone.com.

Pun demikian mereka menghindari Bandara Bandara International Soekarno-Hatta, karena disana pengawasan cukup ketat dan sudah ada beberapa pelaku asal Iran yang sudah pernah ditangkap di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari pengakuan jaringan yang diduga melibatkan jaringan international ini, setiap satu pelaku akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 12-15 juta.

“Nantinya barang-barang ini akan diambil oleh orang yang dikatakan matanya sipit,” jelasnya sembari menyebut kalau dugaan barang tersebut berasal dari daerah China.

Di tempat yang sama, Kepala Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar, Kombes Muhibbin, mengatakan pihaknya telah memeriksa tablet itu melalui 5 tahap uji lab.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tablet itu dinyatakan positif shabu-shabu.

Pemeriksaan itu kita lakukan bertahap, dan hasilnya positif sabu-sabu,” terangnya.

Kini pasca kejadian itu, kasusnya masih dilakukan pengembangan penyidikan pihak kepolisian.

“Kemungkinan masih bisa bertambah, karena masih ada dua tersangka yang belum mengeluarkan tabletnya dari perut, sekarang masih dalam proses,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar.

Dua pelaku yang sekarang masih dalam proses untuk mengeluarkan kapsul dari perut adalah Mohsen Muhammadiargasl dan Masoud Soltaninabizadeh.

“Sabu-sabu ini berlapis-lapis dari 5 sampai 7 lapis, karena itulah kapsul itu tidak bisa dicerna oleh lambung dan usus besar.” terangnya.

Untuk diketahui beberapa pelaku masing-masing yang menelan kapsul itu antara lain, Mehdl Alinejadgolestan menelan 80 butir kapsul, Bahman Mirzaei 105 butir kapsul, Alireza Safarkhanloo 76 butir kapsul, dan Daryoush Omidali 100 butir kapsul, Saeid Soltaninabizadeh hanya membawa 10 butir kapsul. Sementara dua tersangka lainnya hingga berita ini diturunkan sedang dalam proses penyelidikan.(SIP/Gen)