Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan Daerah

Orang Tua Terpidana “Bali Nine”, Adakan Kursus Filsafat dan Bisnis di Lapas Krobokan

Lembaga Pemasyarakatan

Denpasar – Dua terpidana kasus narkotika asal Australia dalam kasus “Bali Nine” menjadi peserta pertama kursus ilmu filsafat serta ilmu medical bisnis plan di Lapas kelas II A Kerobokan, Denpasar.

Kepala Lapas Kerobokan Siswanto, Rabu (28/9) mengatakan, kursus ilmu filsafat tersebut merupakan bantuan dan kerjasama dari warga Australia, yakni orang tua dari Scott Antony Rush dan para pengajarnya.

“Ini merupakan bantuan perseorangan dari mereka,” katanya dalam pembukaan kursus di Aula Lapas.

Pada kursus gelombang pertama yang dimulai pada hari ini diikuti sekitar 30 warga binaan lokal dan asing, 20 diantaranya mengikuti kursus “Medical and Bisnis Plan”, dan 10 lainnya mengikuti kursus filsafat.

Dari 30 warga binaan tersebut, dua diantaranya adalah anggota “Bali Nine” yakni Scott Antony Rush dan Myuran Sukumaran, terpidana kasus penyelundupan 8,9 kg heroin cair dari Bali menuju Australia.

Jadwal kedua kursus ini akan dilaksanakan setiap satu minggu sekali selama tiga jam. Untuk ilmu filsafat akan dipelajari oleh para warga binaan dengan waktu tempuh satu tahun, sedangkan ilmu kesehatan dan perencanaan bisnis akan ditempuh selama 10 minggu.

Para warga binaan yang dapat mengikuti kursus tersebut pun harus memiliki persyaratan, yakni untuk ilmu filsafat, peserta minimal sudah mengenyam pendidikan minimal SMA sedangkan untuk ilmu kesehatan dan perencanaan bisnis diikuti warga binaan yang mampu berbahasa Inggris.

Dalam kegiatan kursus terbaru di lapas ini, para peserta nanti akan diajarkan ilmu filsafat oleh Ivar Schou, dosen dari Norwegia, dan ilmu “Medical and Bisnis Plan oleh Mr. Joe Nowak, dosen dari Australia.(Ant/G)