Berita Berita Internasional Peristiwa

Opiat Legal Menjamur di AS, Bayi-Bayi Lahir Dengan Ketergantungan Opiat

Matthew, Bayi Dengan Ketergantungan Opiat

Bangor – Bayi Matthew baru berusia 3 hari ketika ia mengalami gejala putus obat di rumah sakit tempat ia dilahirkan di Bangor, Maine.

Petugas rumah sakit menghubungi ibu Matthew dan mengabarkan bahwa bayinya harus menjalani terapi ketergantungan opiat dengan menggunakan metadon.

Tonya (24), ibu Matthew mulai tergantung pada OxyContin, sejenis opiat semisintetik pada 12 minggu awal kehamilannya. Ia sudah berusaha berhenti dengan menggunakan metode cold turkey atau berhenti memakai obat-obatan sama sekali, tetapi menurut dokter upaya itu dapat menimbulkan keguguran. Akhirnya Toya dianjurkan menjalani terapi metadon untuk mengatasi gejala putus obat yang dialaminya.

Bayi-bayi yang dilahirkan dengan ketergantungan opiat resep dokter tidak dapat tertangani dengan sempurna karena sangat sedikit fakta yang terungkap tentang efek jangka panjang penggunaan opiat pada masa pembentukan bayi.

Sangat sedikit dokter yang bersedia merawat pecandu opiat yang sedang hami, dan tidak ada standar universal tentang perawatan bayi dengan ketergantungan opiat. Kurangnya informasi ini antara lain disebabkan karena kesulitan mengadakan penelitian pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

Tonya mengisahkan, ia mulai mengenal pil pereda nyeri seperti OxyContin, Percocet dan Vicodin selama berdinas malam disebuah pabrik roti yang berjarak satu jam dari rumahnya. Semua orang, termasuk para asisten pekerja, kekasih Tonya yang dikenalnya di tempat kerja, serta manajer pabrik menggunakan pil pereda nyeri tersebut.

“Dengan menggunakan pil opiat semisintetis itu hidup terasa lebih mudah dan berenergi, ” ungkap Tonya kepada New York Times di Pusat Kesehatan Eastern Maine Januari 2011 lalu. Saat itu ia menggendong Matthew yang baru berumur sebulan. Matthew masih menjalani perawatan adiksi dengan cara penurunan dosis metadon secara bertahap.

Sebelum hamil, Tonya telah mengalami kecanduan pil opiat yang didapatnya dari pengedar jalanan. Tonya dan kekasihnya Josh memerlukan pil tersebut untuk menghindari gejala putus obat dan agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

Saat ini Tonya masih berada dalam perawatan ketergantungan. Tonya berkonsentrasi pada penyembuhan bayinya Matthew. “Kami berdua yang membuat Matthew mengalam kecanduan,” sesal Tonya, ” kami harus menolongnya untuk segera sembuh”.(nyt/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *