Peristiwa

Oknum Polisi Kendalikan Peredaran Narkoba Dari Balik Jeruji

penjara

Denpasar – Oknum polisi berinisial LLB (29) yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan karena terkait kasus narkoba, diduga ikut mengendalikan peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.

“Dia diketahui aktif dalam mengendalikan peredaran barang terlarang itu dari dalam lapas tempatnya menjalani penahanan,” papar Direktur Narkoba Polda Bali AKBP Mulyadi di Denpasar, Senin (26/4).

Dirnarkoba menjelaskan LLB diketahui sebagai pengendali peredaran narkoba di lapangan setelah dua kaki tangannya menyusul ditangkap petugas.

Tersangka ST (19) asal Jombang, Jawa Timur, dan IS (30) asal Mojokerto adalah kaki tangan LLB yang ditangkap polisi pada tanggal 21 April lalu setelah kedapatan membawa dan memiliki shabu-shabu.

Tersangka ST ditangkap di bagian ruang pemeriksaan Lapas Kerobokan setelah dia mencoba memasukkan shabu-shabu seberat 5,2 gram ke dalam lapas terbesar di Bali itu.

“Tersangka ST berhasil kami tangkap setelah ada informasi dari pihak lapas yang memergoki seorang pembesuk yang diduga kuat membawa shabu-shabu,” kata AKBP Mulyadi.

Mendapat informasi itu, polisi langsung menyergap dan menggeledah ST, kemudian petugas mendapatkan serbuk shabu-shabu seberat 5,2 gram yang dibungkus dalam sebuah kotak rokok bekas.

“Shabu-shabu sebanyak itu kami sita dari dalam saku baju lengan panjang warna hitam yang sedang dipakai oleh ST,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap ST, terungkap bahwa shabu-shabu yang dibawanya itu didapat dari IS, yang kemudian menyusul ditangkap polisi di tempat tinggalnya Jalan Tanjung Biru I Pamogang, Denpasar.

Dikatakan, dari tempat tinggal IS petugas menyita barang bukti dua paket shabu-shabu seberat 1,8 gram, serta sebuah kotak telepon genggam yang berisi empat paket shabu-shabu seberat 3,32 gram.

“Kami juga mendapati sebuah timbangan digital, satu buah tas kresek hitam yang di dalamnya berisi 765 butir pil ekstasi, buku tabungan, satu buah bong (alat isap shabu-shabu), dan barang bukti lainnya,” ujar Mulyadi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap IS, lanjut Mulyadi, diperoleh keterangan bahwa dirinya memiliki barang sebanyak itu setelah mendapat pesanan dari LLB yang sedang mendekam di Lapas Kerobokan.(Ant)