Berita Berita Internasional

Obama: Masyarakat AS Berhak Pertanyakan Keberhasilan “War on Drugs”

Barack Obama

Washington – Presiden AS Barack Obama pada Kamis (27/1) menyatakan bahwa perjuangan melawan penyalahgunaan NAPZA membutuhkan pendekatan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih luas.

Hal ini mutlak dilakukan untuk menekan permintaan NAPZA di pasaran. Tetapi sekali lagi Obama menegaskan posisinya yang menentang dekriminalisasi secara instan.

“Saya tidak mendukung legalisasi,” cetus Obama pada sebuah acara yang ditayangkan di YouTube. “Saya sangat yakin bahwa kita harus berfikir lebih dalam bahwa NAPZA adalah masalah kesehatan masyarakat,” jawab Obama pada pertanyaan para pemirsa online.

Sebuah gerakan legalisasi ganja yang telah muncul cukup lama di California menderita kekalahan pada November 2010 lalu, ketika para pemilih menolak rancangan aturan legalisasi ganja di California dengan angka 54% berbanding 46%.

Isu legalisasi ganja sangat populer diantara para pemirsa online, dan menurut Obama masyarakat AS sepenuhnya berhak untuk mendebat keberhasilan Perang Terhadap Narkoba yang selama ini diterapkan di AS.

Mengutip keberhasilan kampanye kesehatan masyarakat di AS menentang penggunaan rokok tembakau, regulasi mengemudi saat mabuk, dan promosi penggunaan sabuk pengaman di mobil, Obama menyatakan AS telah mencetak sebuah lompatan besar dalam 30 tahun terakhir dengan menyasar perilaku populer masyarakat AS.

“Mengenai NAPZA, saya berfikir, telah lama AS menekankan kebijakan penahanan, pemenjaraan,dan pelarangan, tetapi AS kurang memberikan perhatian pada pengurangan permintaan pasar pada NAPZA,” tegas Obama.

“Di beberapa kota contohnya, mendaftar pada sebuah program ketergantungan NAPZA memakan waktu 6 bulan. Bila anda seorang pengguna NAPZA yang sedang berusaha mengakses pengobatan dan institusi berwenang meminta anda kembali lagi 6 bulan kemudian, hal ini benar-benar tidak mendukung sang klien.”

Obama mengatakan, sangat perlu untuk membagi pendanaan berimbang antara institusi penegak hukum dan program-program kesehatan, tetapi jangan sampai mengabaikan perhatian pada pengedar NAPZA.

“AS harus tetap mengejar para pengedar NAPZA, yang bukan saja menjual NAPZA, tetapi juga menciptakan kekacauan dan kerusakan seperti yang terjadi sepanjang perbatasan AS-Meksiko,” tegas Obama.

Upaya AS untuk memberantas peredaran NAPZA ilegal pertama kali dinamai “War on Drugs” atau Perang Terhadap NAPZA oleh Presiden Richard Nixon pada 1971.

Kebijakan Perang Terhadap NAPZA menentang produksi, distribusi dan konsumsi NAPZA jenis tertentu yang digolongkan sebagai ilegal. Kebijakan ini diikuti oleh ratusan negara di seluruh dunia.(reu/ys)