Kertas Kerja

NIH: Penggunaan Ganja dan Ekstasi Pada Remaja di AS Meningkat

Lansing – Menurut sebuah survei tahunan yang diselenggarakan pemerintah AS pada siswa kelas 2 SMP, 1 SMU dan 3 SMU, ditemukan persentase penggunaan ganja lebih besar daripada alkohol.

6,1 persen dari siswa senior SMU dilaporkan menggunakan ganja tahun ini, meningkat dari angka 5,2 persen pada tahun 2009, demikian rilis survei Monitoring The Future yang diselenggarakan National Institutes of Health.
Penggunaan ganja oleh anak kelas 1 SMU naik dari 2,8 persen menjadi 3,3 persen, dan untuk siswa kelas 2 SMP angka tersebut naik tipis dari 1,0 persen menjadi 1,2 persen.

“Tingkat penggunaan ganja pada masa remaja dan praremaja, saat otak sedang terus berkembang, menempatkan anak-anak muda kita pada risiko tertentu,” kata Dr Nora D. Volkow, Direktur National Institute on Drug Abuse.

Di sisi lain, tingkat pesta minuman keras menurun. 23,2 persen dari siswa senior SMU dilaporkan meminum alkohol lima kali berturut-turut atau lebih, turun dari angka 25,2 persen di tahun sebelumnya. Tingkat pesta minuman keras untuk kelompok usia ini memuncak pada 31,5 persen pada tahun 1998.

Survei juga menemukan fakta bahwa penggunaan ekstasi, yang menurun di awal 2000-an, kembali meningkat. Ada peningkatan kecil pada remaja yang menyuntikkan heroin, tetapi hanya terjadi di kalangan siswa kelas 3 SMU. Sedangkan penggunaan kokain tetap rendah setelah adanya penurunan pada tahun 1980 dan 1990-an.

Survei ini dilakukan oleh University of Michigan pada 46.482 siswa di 396 sekolah.(huft/YS)

One thought on “NIH: Penggunaan Ganja dan Ekstasi Pada Remaja di AS Meningkat”

  1. jangan pernah biarkan anak muda hancur moralnya gara-gara narkoba, anak muda adalah tonggak perubahan bangsa…
    bangkit anak muda saatnya berprestasi untuk negara ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *