Berita Nasional Kegiatan

Ngestiono: Pecandu Napza Enggan Melapor Karena Stigma dan Diskriminasi

Pertemuan Penegak Hukum Penanganan Pecandu NAPZA

Semarang – Mayoritas pecandu napza masih enggan melapor pada institusi medis dan sosial akibat stigma dan diskriminasi selama bertahun-tahun. Kenyataan ini membuat pecandu napza tidak mudah percaya pada aparat pemerintah.

“Rasa takut membuat mereka kehilangan hak untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Ngestiono, MH, M.Kes, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Tengah, saat membuka acara ‘Pertemuan Penegak Hukum Untuk Penanganan Pecandu Napza di Kota dan Kabupaten Semarang, Selasa (10/7).Menurut Ngestiono, meskipun pemerintah sudah menunjuk Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) sebagai penerapan pasal 54 UU 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika untuk memenuhi hak kesehatan pecandu, namun tidak meratanya informasi menyebabkan pelaksana di daerah tidak siap.

Ngestiono menjelaskan bahwa peran dan fungsi KPA dalam hal ini adalah koordinasi, pemantauan dan evaluasi terkait upaya penanggulangan HIV AIDS pada pengguna napza, dengan melakukan kerjasama multipihak.

“Harapan saya, pertemuan ini dapat menghasilkan kelompok kerja dalam penanganan pecandu napza dari berbagai elemen masyarakat,” tutupnya. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *