Berita Berita Internasional

Nebraska dan Oklahoma Tuntut Legalisasi Ganja di Colorado Dinyatakan Tidak Sah

Colorad-Marijuana_Kara Grubis_275_157
Outlet Penjualan Ganja Foto: Kara Grubis (iStockphoto)

Washington – Di luar sikap oposisi terhadap upaya legalisasi ganja, pemerintahan Obama mendesak Mahkamah Agung untuk menolak tuntutan hukum dari negara bagian Nebraska dan Oklahoma yang menginginkan pernyataan negara bahwa legalisasi ganja di Colorado adalah inkonstitusional.

Advokat terkemuka dari Kementerian Pertahanan AS mengungkap dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Rabu (16/12) bahwa perselisihan antar negara bagian tentang penghitungan suara sah di Colorado pada 2012 tidak menjadi ranah kerja pengadilan tinggi.

Nebraska dan Oklahoma mendaftarkan tuntutan hukum mereka secara langsung ke Mahkamah Agung pada Desember 2014, berdasarkan argumen bahwa hukum di Colorado memperbolehkan penggunaan ganja rekreasional; bertentangan dengan hukum anti napza federal. Negara bagian di AS dapat saling menuntut di Mahkamah Agung, sebuah kesempatan yang langka karena jaksa tidak menerima permintaan naik banding dari pengadilan yang lebih rendah.

Dua negara bagian tersebut menyatakan keberatan karena aksi Colorado telah menghambat upaya-upaya menerapkan undang-undang anti ganja di negara bagian mereka. Nebraska dan Oklahoma menyatakan, memerangi ganja yang berasal dari seberang perbatasan negara bagian lain menghabiskan sumber daya mereka.

Jaksa Agung Donald Verrilli Jr menyatakan, Nebraska dan Oklahoma tidak melaporkan bahwa Colorado “telah memerintahkan atau mengizinkan” siapapun untuk membawa ganja keluar perbatasan negara bagian Colorado.

“Seringkali, didapati para pelanggar hukum mencoba melanggar batas-batas yang diizinkan, dan rezim legal Colorado memudahkan mereka untuk melakukan hal tersebut,” tulis Verrilli. Menangani perselisihan ini “ akan menunjukkan ekspansi substansial dan di luar kewenangan yurisdiksi sebenernya dari pengadilan.”

Catatan Verrilli juga memuat pernyataan bahwa Colorado hanya memperbolehkan seseorang untuk memiliki tidak lebih dari satu ons (28, 4 gram) ganja. Dengan kuantitas sekecil itu, bila seseorang melintasi perbatasan dengan membawa ganja, maka ia tidak akan membuat sebuah negara bagian “menderita kerugian besar atau cedera serius dalam pendanaan penegak hukum atau pengeluaran lainnya,” ungkap Verrilli.

Pemerintahan Obama “secara meyakinkan menentang legalisasi ganja,” demikian pernyataan Gedung Putih melalui website. Tetapi pemerintah juga mengatakan bahwa mereka tidak akan menghalangi negara bagian yang menginginkan melegalkan ganja, memungut pajak dan menetapkan regulasi ganja; selama ada pengendalian efektif untuk menjauhkan ganja dari anak-anak, pasar gelap dan properti pemerintah federal. Kementerian Pertahanan mengatakan, mereka tidak memiliki sumber daya untuk mengawasi seluruh pelanggaran undang-undang ganja federal, dan karenanya akan berkonsentrasi pada prioritas-prioritas di atas.

The Drug Policy Alliance, kelompok advokat yang mendukung adanya alternatif terhadap kebijakan perang napza, menyambut baik langkah pemerintah federal.

“Masalah utama Nebraska dan Oklahoma adalah kebijakan pemidanaan atas penggunaan dan kepemilikgan ganja,” ungkap Art Way, Direktur Drug Policy Alliance cabang Colorado. “Bukan kesalahan Colorado bila Nebraska dan Oklahoma mengalokasikan sumber daya yang besar untuk membiayai penegak hukum dan pengadilan untuk menerapkan pelarangan ganja.” (ap/YS)