Advokasi Berita Daerah Hukum

Nasib Para Aktivis SPENA yang Diculik Belum Diketahui

Semarang – Enam aktivis “SPENA” IKIP PGRI Semarang yang diculik sekelompok orang tak dikenal yang mengaku dirinya polisi, hingga Selasa (9/2) pagi ini belum diketahui nasibnya.

Keenam mahasiswa ini masing masing bernama Indra, Diaz, Eka, Taufan, Dhani dan Erwin. Mereka dijemput paksa pada Senin (8/2) petang tadi di salah satu rumah kontrakan di Semarang Timur.

Lembaga Pelopor Perubahan (LPP) yang dilapori kasus penculikan ini, telah mencoba mencari tahu keberadaan keenam aktivis mahasiswa ini ke kantor polisi wilayah Semarang Timur namun hasilnya masih nihil.

“Kami sudah melakukan pengecekan atas para aktivis SPENA ini, mulai dari Polsek Semarang Timur, Polres Semarang Timur, Polwiltabes Semarang, hingga Polda Jawa Tengah, namun nihil,” papar Abdul Fani, koordinator paralegal LPP kepada NapzaIndonesia.com

Menurut Abdul Fani, pihaknya telah menemui petugas di jajaran kepolisian yang mewilayahi Semarang Timur, namun tidak ada satupun petugas yang mengetahui adanya peristiwa penangkapan tersebut.

Bahkan saat Abdul Fani mencoba untuk membuat laporan orang hilang, niat tersebut ditolak pihak Polda Jawa Tengah.

“Salah satu petugas di Polda Jawa Tengah, menjelaskan bahwa sudah menjadi hak polisi untuk menangkap orang dengan tanpa menunjukan surat perintah penangkapan atau penahanan,” imbuh Abdul Fani.

Atas ketidakjelasan status hilangnya keenam aktivis SPENA ini, Abdul Fani telah menghubungi lembaga Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asazi Manusia Indonesia (PBHI) Jawa Tengah untuk membantu mencari tahu keberadaan keenam aktivis tersebut.

Untuk diketahui SPENA adalah Sahabat Peduli NAPZA, sebuah lembaga Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) di IKIP PGRI Semarang yang menjadi mitra Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Tengah dalam memberikan penyuluhan tentang pengurangan dampak buruk dan bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa di Semarang, Jawa Tengah.(G)

2 thoughts on “Nasib Para Aktivis SPENA yang Diculik Belum Diketahui”

  1. Kalau itu memang benar-benar polisi koq kayak gitu ya caranya, ga sesuai prosedur, emang ini jaman orde baru.

  2. cermin dari hukum di indonesia.
    disini pecandu hanyalah KORBAN.
    terus berjuang kami selalu bersama kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *