Berita Internasional

Modus Terkini Pengiriman Napza Di Rusia, Melalui Jasa Pengiriman Barang

Rusian Flag

Moscow – Maraknya perdagangan melalui internet menyebabkan meningkatnya pengiriman napza melalui jasa pengiriman barang. Demikian dosampaikan anggota kepolisian di Rusia yang menangani bidang perdagangan napza.

“Menurut informasi terakhir yang kami terima dari Interpol, modus yang kini sering digunakan untuk pengiriman kokain adalah melalui jasa pengiriman barang,” ujar Sergei Tikhonenko kepada media setempat RIA Novosti, Senin (30/7).

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus yang terjadi meningkat. Perdagangan napza mengambil keuntungan dari dakta bahwa sangat tidak mungkin petugas jasa pengiriman paket memeriksa satu per satu surat atau paket yang jumlahnya ratusan, bahkan ribuan.

Beberapa pengedar menggunakan jasa pengiriman paket internasional seperti DHL, FedEX, TNT Express dan UPS untuk mengirimkan paket napza ke pelanggan-pelanggan mereka.

Pemerintah Rusia yang menangani masalah perdagangan napza melakukan kerjasama dengan berbagai negara untuk mengatasi perdagangan napza dengan modus baru ini.

“Ada beberapa negara tujuan yang memiliki jaringan jasa pengiriman barang internasional, dan kami bekerjasama dengan mereka,” ujar Tikhonenko.

Menurut Tikhinenko, pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa jasa pengiriman barang yang ada di Rusia dengan jaringan mereka di Jerman, negara-negara wilayah Amerika Latin serta Asia.

Menurut Tikhonenko, para pengedar di Rusia menggunakan cara yang cukup beragam dalam mengemas paket napza dengan menggunakan teknologi kimia untuk mengamankan paket kokain yang mereka kirim.

“Yang sering kami temukan disini adalah pengiriman kokain dengan menggunakan paket barang seperti kertas, pakaian, plastik bahkan barang-barang pabrikan. Ada juga ditemukan paket kokain dalam kiriman benda cair seperti minyak, lem, bahkan paket minuman beralkohol,” ujarnya.

Takeno mengatakan bahwa cara pengiriman kokain dari Amerika Latin ke Rusia dalam bentuk paket padat berbentuk batu bata saat ini sudah bisa dibilang kuno.

Lebih dari 2,5 juta penduduk Rusia memiliki masalah kecanduan napza. Menurut data pemerintah setempat, 90 persen menggunakan heroin yang dikirim dari Afganistan melalui daerah yang menghubungkan Asia Tengah dan daerah yang dulunya Uni Soviet.

Rusia mengkonsumsi setidaknya 70 ton heroin Afghanistan. Sedangkan penggunaan kokain lebih rendah yatu antara tiga hingga lima ton per tahun, yang dipasok oleh Amerika Selatan.

Estimasi yang dirilis oleh badan dunia menyebutkan bahwa 30.000 – 40.000 warga Rusia meninggal terkait penggunaan napza, setiap harinya. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *