Berita Nasional Hukum

Miliki 90 Ribu Ineks, Terdakwa Divonis 13 Tahun Oleh PN Surabaya

Surabaya – Seorang terdakwa kepemilikan ekstasi dan shabu dijatuhi vonis 13 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider lima bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darmawati Lahang, yaitu hukuman mati. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan bahwa terdakwa terbukti menawarkan  dijual, menjual, membeli atau menjadi perantara narkotika golongan I.

”Terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang Narkotika,” ujar JPU seperti diberitakan SurabayaPagi.com, Rabu (25/7).

Terdakwa Hong Kok Hong ditangkap pada Oktober 2011 dirumahnya, Jalan Kapasari, Kapasan, Simokerto, Surabaya. Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus ditemukannya lima kardus berisi ineks sebanyak 90 ribu butir dan 0,8 gram shabu beserta alat hisapnya di Apartemen Metropolis, Surabaya.

Dalam persidangan, Jaksa tidak membuktikan bahwa ekstasi tersebut milik terdakwa. Diduga ineks ini milik Fery yang hingga kini belum berhasil ditangkap.

Sementara itu, Iwan Kuswardi, penasehat hukum terdakwa menyatakan keberatan dengan tuntutan JPU.

”Kalau jaksa mau fair seharusnya tuntutannya tidak begitu beratnya, sesuai fakta barang itu bukan milik terdakwa tapi milik Fery yang sampai sekarang belum ketangkap. Kalau Fery tertangkap pasti ceritanya akan lain,” terang Iwan. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *