Opini

Menyikapi Fakta Overdosis di Amerika Serikat

Penulis: Jason Flom*

Hari ini adalah Hari Kesadaran Overdosis Internasional, hari khusus bagi masyarakat di berbagai belahan dunia bergabung untuk mengenang kehilangan orang-orang tercinta karena overdosis. Momen ini juga digunakan untuk menyerukan perubahan kebijakan napza demi menyelamatkan jiwa.

Masalah overdosis makin memburuk. Pada 2007, lebih dari 27.000 jiwa terenggut karena overdosis di Amerika Serikat, jumlah terbesar yang pernah tercatat.

Selama masa-masa saya berada dalam industri musik, saya telah menyaksikan banyak orang berbakat menjadi superstar, hanya untuk kemudian berjuang mengatasi masalah terkait popularitas dadakan. Banyak sahabat dekat saya kemudian harus berkutat mengatasi ketergantungan napza. Beberapa diantara mereka berhasil melaluinya dengan baik, tetapi tidak semua dari mereka demikian beruntung.

Saya menjalani tahun-tahun kehidupan dengan mengamati kawan-kawan menjalani rehabilitasi, dan kemudian kembali memakai napza. Tahun-tahun ketika kedukaan mengubah hidup saya saat harus kehilangan orang-orang tercinta karena overdosis.

Masalah overdosis harus dicari solusinya, tetapi hal ini sangat sulit. Masyarakat tidak terlalu nyaman membicarakan masalah overdosis karena menjadi cenderung untuk menyalahkan korban. Saya menyaksikan gelombang pendapat “tak perlu dikasihani” yang mencuat setelah kematian Amy Winehouse.

Di negara ini (AS-red), kita bisa dibilang tidak paham bagaimana membicarakan masalah napza secara rasional , sehingga tidaklah mengherankan bila kita belum paham cara membahas masalah overdosis. Hal inilah yang menyebabkan tanggal 31 Agustus menjadi sangat penting. Hari ini adalah sebuah kesempatan untuk mengajak masyarakat berbicara tentang overdosis, apa yang mereka rasakan, bagaimana penderitaan kita ketika menyaksikan kasus overdosis, serta bagaimana kita dapat mencegahnya.

Mayoritas kematian akibat overdosis dapat dicegah dengan mudah. Solusi overdosis bukan sebuah misteri.

Pertama, overdosis dapat dicegah dengan memperluas akses nalokson, sebuah obat generik, non-narkotik, yang harganya terjangkau. Nalokson terbukti mampu membalikkan efek overdosis opiat dan menormalkan pernafasan. Bila kita mampu mengusahakan ketersediaan Nalokson, kita akan dapat mencegah ribuan kematian setiap tahunnya.

Kedua, dengan mensahkan UU “911 Good Samaritan“. Bulan lalu, New York menjadi negara bagian keempat yang memperbolehkan masyarakat menelfon 911 ketika mendapati kasus overdosis tanpa perlu takut akan dituntut secara hukum.

Kita tidak dapat melupakan nyawa manusia yang terancam hilang, dengan membiarkan katastropi ini berlanjut. Saya menyerukan stasiun-stasiun radio untuk menyebarkan pesan pada Hari Kesadaran Overdosis Internasional dengan memainkan musik dari band-band yang telah kehilangan personil karena overdosis, seperti Sublime, Blind Melon, Alice in Chains, the Red Hot Chilli Peppers, dan Ramones. Juga legenda musik seperti Jim Morrison dan Janis Joplin. Saya berharap radio dapat menyebutkan Hari Kesadaran Overdosis Internasional sehingga para pendengar terdorong untuk belajar lebih banyak tentang mengurangi risiko kematian akibat overdosis.

Overdosis telah banyak diliput media akhir-akhir ini. Kita tidak tahu pasti bagaimana Jani Lane dari band Warrant atau Amy Winehouse meninggal dunia, tetapi sangatlah tragis bila kita terus menerus membiarkan kehilangan ini berlanjut, karena kemungkinan overdosis dapat dicegah dengan mudah. Kita tidak dapat menghidupkan mereka kembali, tetapi kita dapat menyelamatkan banyak jiwa dengan memberikan edukasi pada masyarakat bagaimana mencegah, mengenali dan merespon kasus overdosis dengan cara membicarakan hal ini ke banyak orang.(nyt/YS)

*Jason Flom, adalah Presiden Lava Record dan mantan CEO Atlantic Records, Virgin Records, dan the Capitol Music Group. Ia menjabat sebagai Dewan Pembina Drug Policy Alliance.

One thought on “Menyikapi Fakta Overdosis di Amerika Serikat”

  1. jadi keinget musisi amerika yang sering mokad gara gara overdosis ~_~

    salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *