HIV/AIDS Kebijakan Nasional Kegiatan

Mendesak, Regulasi Buprenorfin Untuk Mengurangi Penyalahgunaan

Pernas AIDS IV 2011

Yogyakarta – Hari ketiga pelaksanaan Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV, di ruang Sambisari Hotel Inna Garuda Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi diskusi dengan tema ‘Menelusuri Kebijakan Program Harm Reduction, Dampak Regulasi Program Harm Reduction‘.

Diskusi menarik terjadi pada seputar regulasi substitusi buprenorfin dan pelaksanaan program Pemulihan Adiksi Berbasis Masyarakat (PABM). Budi Risset menyampaikan paparan mengenai fakta penyalahgunaan buprenorfin di Surabaya.

Dalam paparannya, Budi menilai bahwa penyalahgunaan buprenorfin disebabkan karena buruknya regulasi pada penyedia layanan substitusi ini.

“Kalau saja penyedia substitusi buprenorfin mengelolanya dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada, maka penyalahgunaan tersebut bisa direduksi,” ujarnya dalam diskusi, Rabu (5/10).

Salah satu peserta diskusi menyampaikan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa penyalahgunaan buprenorfin ini menguntungkan program Harm Reduction.

“Saat ini liberalisasi telah menjerat layanan kesehatan. Oleh karena itu, program Harm Reduction perlu kembali pada orientasi program berbasis pada kebutuhan klien. Bukan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu semata,” ungkapnya menanggapi pernyataan tersebut. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *