Peristiwa

Melawan Petugas, Terduga Pengedar Pil “Double L” Ditembak

Polri

Kediri – Nyali Imam Muhtarom (33) rupanya cukup besar, terduga pengedar narkotika ini berusaha melawan dan merampas pistol petugas saat hendak ditangkap. Tidak ingin incarannya menguasai keadaan, petugas satnarkoba Polres Kediri terpaksa menembak Imam.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kediri AKP Budi Nurtjahjo, Jumat (18/1) mengemukakan, pelaku itu saat ini masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan.

“Kami menunggu pelaku pulih dulu untuk pemeriksaan,” katanya.

Budi Nurtjahjo mengatakan, polisi sebelumnya menyelidiki laporan adanya transaksi narkotika yang diduga melibatkan pelaku yang tinggal di Kabupaten Kediri.

Ada dua orang yang diduga terlibat, yaitu Imam Muhtarom asal Desa Krenceng, Kecamatan Kepung serta Muhamad Fanani (24), asal Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan.

Polisi sempat mencurigai pengendara sepeda motor karena ia membawa tas besar. Petugas membuntuti keduanya saat berboncengan sepeda motor di jalan umum Desa Watugede, Kecamatan Puncu pada Kamis (17/1) malam.

Kedua pelaku terlihat panik karena dibuntuti dan membuat petugas semakin curiga, sehingga langsung menghentikan laju kendaraan mereka.

Sempat terjadi duel antara mereka dengan polisi hingga pelaku berusaha merebut senjata petugas. Khawatir senjata itu jatuh ke tangan para pelaku, petugas secara reflek menembaknya.

“Pelaku terkena tembakan di bagian pinggangnya. Ia langsung kami bawa ke RSUD Pelem, Pare untuk mengeluarkan proyektil senjata,” katanya.

Sedangkan tersangka lainnya Muhamad Fanani langsung dibawa ke Mapolres Kediri untuk dimintai keterangan. Petugas juga menyita tas yang ternyata diketahui berisi barang bukti narkotika, berupa pil double L sejumlah 25.000 butir.

Menurut Budi Nurtjahjo, kedua pelaku sudah lama menjadi buruan polisi dan diketahui sering masuk keluar tahanan. Bahkan pelaku yang tertembak pernah enam kali masuk penjara.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *