Advokasi Berita Lembaga

Masalah Hukum dan Mahalnya Terapi Methadone Menjadi Persoalan Pecandu di Purwokerto

napza PWT2
Diskusi Komunitas Pengguna NAPZA

Purwokerto – Persoalan penanganan hukum dan mahalnya layanan terapi methadone menjadi persoalan utama para pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) di Purwokerto Jawa Tengah.

Persoalan utama ini mengemuka dalam diskusi antara komunitas pengguna NAPZA Purwokerto dengan kelompok advokasi kebijakan NAPZA Jawa Tengah PERFORMA, yang berlangsung pada Minggu (8/8).

Terkati persoalan penanganan hukum, komunitas pengguna NAPZA Purwokerto mengemukakan masih adanya perbedaan pandangan tentang penanganan para pengguna NAPZA mulai dari kepolisian hingga putusan pengadilan berupa vonis rehabilitasi.

“Teman-teman disini juga perlu diberi bekal pengetahuan dan informasi terkait masalah hukum, misalnya tentang paralegal, supaya kita juga bisa mengetahui hak-hak kita ketika berhadapan dengan aparat hukum” ujar Luqyana Vera, salah satu pegiat komunitas pengguna NAPZA Purwokerto kepada NapzaIndonesia.com.

Selain soal penanganan kasus hukum, hal lain yang dibahas dalam pertemuan ini adalah belum adanya akses ke jaringan bantuan hukum yang sangat dibutuhkan oleh komunitas pengguna NAPZA di kota mendoan ini. Menurut Luqyana Vera, selama ini pengacara yang menangani kasus NAPZA pada umumnya memasang tarif yang sulit dijangkau oleh para pengguna NAPZA.

“Untuk informasi dan edukasi mengenai paralegal dan strategi advokasi kami dari PERFORMA akan membantu kawan-kawan dalam hal pelatihan singkat, sedangkan pengembangannya dapat dilakukan oleh kawan-kawan pengguna NAPZA sesuai dengan masalah yang terjadi di daerah masing-masing”, ujar Hasnul Fauzi, Koordinator Divisi Advokasi PERFORMA.

Dari sisi layanan kesehatan, hal yang dikeluhkan oleh pengguna NAPZA adalah mengenai mahalnya biaya terapi substitusi Metadhone yang rencananya akan dibuka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Purwokerto, pada September mendatang.(IH/Gen)