Berita Internasional

Marinir Meksiko Temukan Puluhan Korban Kartel Obat Bius

San FernandoMarinir Meksiko menemukan sebanyak 72 mayat yang dibuang di pedesaan daerah utara Meksiko, usai kontak senjata antara Marinir dengan kelompok yang diduga kartel narkoba. Dalam kontak senjata tersebut satu orang Marinir selamat, sedangkan tiga lainnya diduga tewas, seperti yang dilaporkan Angkatan Laut setempat, Selasa (24/10).

58 mayat pria dan 12 wanita tersebut ditemukan di sebuah Teluk pantai selatan perbatasan Kota Matamoros. Penemuan mayat secara besar-besaran sering terjadi sejak Presiden Meksiko Felipe Calderon melancarkan aksi perang terhadap narkoba pada tahun 2006 lalu.

“Pemerintah federal mengutuk tindakan biadab yang dilakukan oleh organisasi criminal” begitu pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Angkatan Laut Meksiko.

“Masyarakat secara keseluruhan diharapkan melakukan tindakan yang sama terhadap aksi-aksi kekerasan tersebut, dan merupakan kebutuhan yang mutlak untuk melanjutkan perlawanan terhadap kekerasan yang terjadi”, lanjut pernyataan tersebut.

Kartel narkoba Meksiko seringkali menggunakan lahan-lahan kosong, peternakan atau bekas pertambangan yang sudah kosong untuk menimbun mayat yang seblumnya diculik dan disiksa. Pihak Angkatan Laut tidak menjelaskan secara terperinci mengenai identitas korban, siapa yang membunuh, juga lokasi pemakaman korban.

Penemuan mayat ini bermula dari laporan seseorang dalam kondisi luka parah, yang mendatangi pos penjagaan di jalan raya Tamaulipas bagian Utara, mengaku telah diserang oleh kelompok kartel narkoba bersenjata di sebuah peternakan dekat tempat tinggalnya. Saat ini, orang tersebut dibawah perlindungan pemerintah federal.

Pesawat milik Angkatan Laut kemudian menuju tempat kejadian dan seorang pria bersenjata menembaki pesawat marinir tersebut, selanjutnya terjadi baku tembak dan kelompok bersenjata tersebut mencoba melarikan diri melalui konvoi kendaraan.

Kejadian baku tembak tersebut akhirnya menewaskann satu anggota marinir Angkatan Laut tewas dan tiga orang dari kelompok bersenjata tersebut juga diduga tewas. Personel Angkatan Laut menyita 21 senjata berupa senapan serbu dan senjata jenis shotguns, juga seorang remaja yang masih dibawah umur.

Remaja yang masih dibawah umur tersebut tersebut diserahkan kepada jaksa wilayah setempat. 72 mayat ditemukan oleh anggota marinir Angkatan Laut ketika menyisir daerah kontak senjata tersebut, di dekat kota San Fernando, Tamaulipas. Belum ada kejelasan mengenai apakah korban telah terbunuh pada waktu yang sama atau secara terpisah.(BBC/IH)