Kebijakan Global

Mantan Presiden Meksiko: AS Harus Legalkan NAPZA Untuk Kurangi Kekerasan

Vicente Fox

Canada – Dalam sebuah wawancara dengan BBC TV pada minggu ini, mantan presiden Meksiko, Vicente Fox, menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk menerima perubahan dengan melihat kenyataan yang ada, mengenai sejarah kebijakan pelarangan dan pergeseran opini yang sedang berkembang.

Fox dengan geram meminta supaya AS menghentikan kebijakan perang terhadap narkoba dan meminta supaya narkoba dilegalkan untuk membantu mengurangi kekerasan di Meksiko. Fox juga menilai bahwa strategi yang dipakai dalam mengatasi masalah narkotika oleh presiden Meksiko saat ini, Felipe Calderon dan pemerintah AS, bertanggung jawab atas terbunuhnya 50.000 warga Meksiko dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Fox menjelaskan bahwa AS harus belajar dari sejarah kebijakan pelarangan alkohol dan jawaban untuk kekerasan yang terjadi saat ini adalah dengan melegalkan narkotika serta memperlakukan para penggunanya dengan pendekatan kesehatan, bukan pendekatan secara kriminal.

Ketika reporter BBC yang mewawancaranya dengan naif menunjukkan keraguannya bahwa AS akan setuju untuk melegalkan NAPZA, Fox menunjukkan bahwa opini masyarakat berubah dapat berubah dalam kurun waktu tertentu. Dia merujuk pada jajak pendapat yang dilakukan oleh Gallup minggu ini, yang menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya 50 persen warga AS mendukung ganja dilegalkan.

Presiden Fox adalah salah satu dari pemimpin dunia yang menentang kebijakan perang terhadap narkoba. Pada musim panas ini, Global Commission on Drug Policy atau Komisi Global Kebijakan NAPZA menyerukan kepada seluruh dunia tentang apa yang mereka sebut dengan menjangkau lebih jauh untuk perubahan rezim kebijakan pelarangan NAPZA secara global. Dalam seruan ini bukan hanya tentang bagaimana mengganti penanganan dari segi hukum menjadi pendekatan dari sisi kesehatan masyarakat, namun juga tentang dekriminalisasi serta memberlakukan percobaan legalisasi NAPZA.

Komisi ini terdiri dari mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Kofi Annan, Richard Branson, pendiri Virgin Group; empat mantan presiden, termasuk ketua komisi, Fernando Henrique Cardoso dari Brazil; George P. Shultz, mantan Sekretaris Negara AS, Paul Volcker, mantan Ketua Federal Reserve AS, dan beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Komisi Global ini akan melakukan sebuah  kegiatan bertajuk “Ending The Global War” pada 15 November mendatang yang akan diselenggarakan  oleh CATO Institute. Acara ini akan mengajak beberapa orang yang cukup vokal menentang kebijakan perang terhadap NAPZA, seperti mantan Presiden Brazil Fernando Henrique Cardoso, mantan Menteri Luar Negeri Meksiko Jorge Castaneda, anggota dewan redaksi Wall Street Journal Maria Anastasia O’Grady dan lain-lain.

Opini yang berkembang mengenai gagalnya kebijakan perang terhadap narkoba ini tidak hanya muncul di kalangan ‘grasstops’. Penyair Meksiko, Javier Sicilia, yang anaknya menjadi korban pertikaian perang narkoba awal tahun lalu, memobilisasi ribuan orang di seluruh Meksiko untuk menuntut diakhirinya perang ini.

Sicilia berpartisipasi dalam Konferensi Reformasi Kebijakan NAPZA Internasional, di mana lebih dari 1.000 orang dari seluruh dunia, termasuk orang-orang sebelumnya dipenjara banyak dan korban lain dari perang narkoba akan bertemu pada 2-5 November mendatang di Los Angeles.

Presiden Fox dan Javier Sicilia telah menunjukkan fakta dan menyatakan dengan tegas bahwa kebijakan perang terhadap narkoba telah gagal. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *