Berita Internasional Kebijakan Global

Mantan Pejabat Tinggi Kepolisian Australia Dihukum 22 Tahun Karena Narkotika

Mark Standen

Sydney – Mark Standen (54) mantan pejabat senior Polisi Federal Australia (AFP), Kamis (8/12) dijatuhi hukuman 22 tahun penjara terkait kasus impor obat terlarang dari Pakistan dalam jumlah besar.

Sebelum ditangkap di ruang kerjanya pada 2008 silam, Mark Standen adalah asisten direktur Komisi Kejahatan AFP di negara bagian New South Wales (NSW), posisinya ini membuatnya bertanggungjawab atas semua penyelidikan perdagangan obat terlarang.

Dalam amar putusannya Hakim Bruce James menyebutkan bahwa Mark Standen telah menggunakan informasi kantor lembaga hukum narkotika Australia yang dibangun lebih dari 30 tahun untuk melakukan kejahatannya.

“Satu masalah serius yang memperparah kriminalitas tahanan adalah penyalahgunaan pengetahuannya dan kontak-kontak yang telah diperoleh dalam karirnya sebagai aparat penegak hukum, dan penyalahgunaan posisinya di Komisi Kejahatan NSW,” papar Bruce James.

Sebelum berperan di Komisi Kejahatan, Standen ayah empat orang anak ini bekerja pada Kepolisian Federal Australia dan Dinas Bea Cukai Australia.

Mark Standen ditetapkan bersalah karena berkonspirasi untuk mengimpor 300 kilogram (660 pon) pseudoefedrin, digunakan untuk membuat obat-obatan dan sejenis ice, yang dikemas dalam pengiriman beras dari Pakistan, meskipun tidak pernah tiba di Australia.

Standen juga dituduh sengaja mengambil bagian dalam penyediaan sejumlah besar obat-obatan terlarang, serta berkonspirasi untuk menyesatkan jalannya peradilan.

Pelanggaran-pelanggaran itu terjadi antara Januari 2006 sampai Juni 2008, dengan hakim mengatakan bahwa ia termotivasi oleh keserakahan. Mark Standen akan memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat setelah ia menjalani 16 tahun masa pemenjaraan.(Ant/G)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *