Hukum

Majelis Hakim PN Semarang Tolak Upaya Rehab Pengguna NAPZA

Persidangan di PN Semarang (ilustrasi)

Semarang – Handoko Ariawan (42), terdakwa kasus narkoba, Selasa (10/5) pagi dijatuhi hukuman penjara 3 tahun 8 bulan, oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Handoko dianggap terbukti bersalah karena telah menggunakan psikotropika jenis shabu.

Dari pantauan NapzaIndonesia.com di PN Semarang, putusan Majelis Hakim yang diketuai Rusmawati SH ini lebih ringan empat bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syarifah SH, yang menuntut terdakwa dengan hukuman empat tahun penjara.

“ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa antara lain terdakwa pernah dihukum sebelumnya karena kasus serupa.” papar Rusmawati saat membacakan putusannya.

Sementara hal yang meringankan adalah karena terdakwa bersikap sopan selama persidangan.

Dalam pledoinya Handoko sempat mengajukan agar Mejelis Hakim tidak memenjarakan dirinya tetapi memberikan putusan untuk direhabilitasi sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

Namun sayangnya upaya Handoko agar dirinya direhabilitasi ditolak oleh majelis hakim, kendati terdakwa memiliki catatan medis sebagai pengguna psikotropika.

Sebelumnya, Handoko Ariawan ditangkap petugas satuan narkoba Polrestabes Semarang pada 27 Januari 2011. Saat ditangkap Handoko baru saja selesai mengkonsumsi shabu bersama salah seorang temannya.

Hasil tes urine yang positif dan alat hisap shabu (bong-red) bekas pakai, oleh polisi dijadikan barang bukti untuk menyeret ayah tiga anak ini ke kursi pesakitan.(Mun/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *