Berita Lembaga Berita Nasional Kegiatan

Mahasiswa UNDIP: Pecandu Lebih Butuh Perawatan, Bukan Pemenjaraan

Semarang – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) NAPZA Universitas Diponegoro Semarang pada Sabtu (10/3) melaksanakan pendidikan dasar untuk anggota barunya. Acara yang dilakukan selama tiga hari ini berlangsung di bumi perkemahan Karanggeneng, Semarang.

Dalam acara ini materi tentang NAPZA yang disampaikan oleh narasumber dari kelompok advokasi kebijakan NAPZA, PERFORMA mengajak peserta untuk melihat NAPZA dari sisi kebijakan dan Hak Asasi Manusia.

Arifiyanto sebagai narasumber menunjukkan fakta kegagalan penanganan kebijakan NAPZA di Indonesia melalui beberapa film dokumenter. Film yang bercerita tentang sejarah kebijakan NAPZA hingga film tentang dampak buruk pemenjaraan bagi para pecandu.

“Saya tidak setuju jika pecandu narkoba itu dipenjara karena mereka sendiri pasti juga ingin berhenti. jadi yg dibutuhkan perawatan, bukan dipenjarakan,” ujar Oktavia, salah satu peserta, menanggapi film dokumentasi tentang dampak buruk pemenjaraan.

Pendapat senada disampaikan oleh beberapa peserta lain dalam kegiatan ini. Dewi, salah satu peserta, setuju dengan pendapat yang dilontarkan Oktavia. Menurutnya, solusi awalnya adalah dari kebijakan.

“Mahasiswa sebagai generasi muda harus berpikir kritis terhadap kebijakan NAPZA yang diterapkan negara kita saat ini. Apakah layak dilanjutkan atau telah gagal ini harus dievaluasi bersama,” imbuh Arifiyanto. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *