Berita Nasional Kebijakan Daerah

Mahasiswa Tuntut Perda Kawasan Tanpa Rokok Segera Disahkan

No Smoking

Denpasar – Didasari atas keprihatinan terhadap kondisi generasi muda yang sudah menjadi perokok aktif sejak remaja, demonstrasi menyerukan anti tembakau dilakukan oleh puluhan mahasiswa Universitas Udayana.

Demonstrasi ini dilakukan di depan gedung DPRD Bali, Denpasar pada Selasa (31/5) dengan terlebih dahulu berjalan sejauh kurang lebih tiga kilometer dari kampus Universitas Udayana.

Kelompok mahasiswa yang menamai dirinya Komunitas Mahasiswa Peduli Bahaya Tembakau (KMPBT) ini merasa, pemerintah sudah melakukan pembiaran dengan tetap diizinkannya perusahaan rokok mengiklankan produknya.

“Iklan tersebut tidak hanya melalui sarana baliho yang cukup besar di pinggir jalan, namun juga tidak jarang lewat acara konser musik. Padahal rokok sangat berbahaya bagi organ tubuh,” ujar Ketut Estrada Adi Saputra, koordinator lapangan aksi demonstrasi.

Ketut menambahkan, pembiaran ini berlanjut dengan diterapkannya harga rokok yang bisa dijangkau oleh remaja bahkan anak-anak. Apabila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, harga rokok di Indonesia jauh lebih terjangkau.

“Di Singapura, harga rokok bisa mencapai 90 ribu rupiah setiap bungkusnya dan di negara kita hanya dijual sekitar Rp 7-11 ribu saja,” tambah Ketut.

KMPBT sebagai komponen intelektual merasa terpanggil untuk memperbaiki kondisi ini dengan menawarkan zona Kawasan Tanpa Rokok (KRT) yang hingga kini belum diterapkan di Bali.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Bali I Ketut Suwandhi menyatakan baha pihaknya menyamut baik aspirasi dari mahasiswa dan berjanji akan segera mensahkan peraturan daerah mengenai KRT tersebut.

“Saat ini sedang pada tahap sosialisasi dan dengar pendapat terkait KTR tersebut akan melibatkan kalangan generasi muda, termasuk pelajar dan mahasiswa,” paparnya. (Ant/IH)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *