Berita Nasional Riset

Lima Persen Penasun di Semarang Beresiko Terinfeksi HIV

Semarang – Kasus HIV-AIDS merupakan salah satu yang menjadi prioritas perhatian Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan kerja Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala DKK Semarang, Widoyono.

Menurut Widoyono, beberapa tahun terakhir Semarang termasuk wilayah dengan kasus HIV-AIDS yang cukup tinggi. Sejak 1995 hingga 2011 mencapai 1.711 kasus, dan hingga akhir Maret 2012 bertambah menjadi 1.849 kasus.

Angka ibu hamil yang terinfeksi HIV di Semarang cukup tinggi. Ada beberapa faktor penyebab penularan HIV kepada ibu hamil, menurut Widoyono salah satunya diperkirakan dari suami mereka.

“Dari catatan DKK, pada tahun 2009 tercatat 22 ibu hamil terinfeksi HIV, di tahun 2010 sebanyak 8 orang dan tahun 2011 sejumlah 13 orang,” ujar Widoyono.

Mengenai resiko penularan, Widoyono mengatakan bahwa dari 1.711 kasus sejak 1995 hingga 2011, 44 persen diantaranya pelanggan Pekerja Seks Komersial (PSK), 12 persen PSK, 14 persen pasangan orang yang beresiko tinggi, pengguna NAPZA suntik 5 persen, waria 3 persen dan lelaki seks dengan lelaki 1 persen.

“Sedangkan 21 persen sisanya tertular melalui cara lain-lain” ungkapnya.

Penggunaan kondom juga gencar disosialisasikan oleh DKK kepada orang yang beresiko tinggi. Diakui oleh Widoyono bahwa mensosialisasikan kondom bukan hal yang mudah, karena hal yang berhubungan dengan perilaku membutuhkan proses untuk berubah. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *