Berita Internasional Kebijakan Global

Larangan Merokok di Ruang Tertutup Akhirnya Diberlakukan di China

Beijing – Langkah terkini China untuk melarang rokok di ruang tertutup di tempat-tempat umum berlaku mulai Minggu (1/5). Tetapi peraturan ini tidak terlalu diharapkan dapat mengurangi kecanduan masyarakat China terhadap tembakau secara dramatis.

Merokok, yang berkaitan dengan kematian setidaknya satu juta penduduk China pertahun, adalah salah satu ancaman terbesar China di bidang kesehatan masyarakat. Hampir 30 % penduduk dewasa di China merokok, yaitu sekitar 300 juta penduduk. Jumlah ini mendekati jumlah penduduk Amerika Serikat secara keseluruhan.

Kementerian Kesehatan China pada Maret 2011 merilis petunjuk manajemen ruang publik yang kini melarang merokok pada tempat-tempat seperti hotel dan restauran, walaupun masih mengecualikan tempat kerja. Peraturan pelarangan rokok ini berlaku mulai 1 Mei 2011.

Mayoritas media di China melaporkan keraguan akan efektifitas pelarangan rokok tersebut. Seperti Xinhua News Agency yang mengutip pernyataan para ahli yang yakin bahwa peraturan itu akan diabaikan oleh para perokok dan operator tempat-tempat publik. Peraturan pelarangan rokok tersebut disebut-sebut tidak menjelaskan secara rinci hukuman bagi para pelanggar.

China telah sedikit terlambat memberlakukan peraturan pelarangan rokok yang seharusnya sudah harus dilakukan sejak 9 Januari 2011 menurut Kesepakatan Global Anti Tembakau yang diprakarsai Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Menurut para ahli, pendapatan negara yang besar dari monopoli usaha tembakau akan menggagalkan kampanye anti rokok itu sendiri.

Dr. Yang Gonghuan, Direktur Institusi Pengaturan Tembakau, China’s National Office of Tobacco Control menyatakan, selain masalah-masalah yang ditimbulkan oleh peraturan pelarangan rokok, ia tetap berharap China dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya upaya mengontrol peredaran rokok. Menurut Dr. Yang, institusi tempat ia berada tidak bertanggungjawab untuk melaksanakan peraturan tersebut.

Dr. Yang beranggapan, ada beberapa poin dari petunjuk keluaran Kementerian Kesehatan yang kurang sempurna. Persiapan untuk melaksanakan aturan tersebut juga tidak mencukupi, imbuh Dr. Yang. Tetapi kembali ia mengungkapkan harapan agar seluruh elemen masyarakat di China bersatu untuk melaksanakan peraturan tersebut.

Pelaksanaan peraturan pelarangan merokok terbentur pada fakta bahwa pada masyarakat China, merokok sudah sangat mengakar. Hampir separuh dari dokter pria di China merokok. Kotak rokok juga sangat jamak dipertukarkan sebagai hadiah.

Orang biasa menyalakan rokok selagi menunggu di ruang tunggu rumah sakit, arena permainan video game, dan pada penerbangan domestik, walaupun telah ada regulasi rokok yang dirilis pada 1991 yang melarang merokok di tempat-tempat umum seperti diatas.

Peraturan yang telah direvisi ini mengharuskan tanda dilarang merokok diletakkan di tempat-tempat umum. Para pemilik atau manajer tempat-tempat publik diminta memberlakukan pelarangan merokok pada masing-masing staf.(huft/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *