Berita Nasional Peristiwa

Lapas Narkoba di Indonesia Melebihi Kapasitas

Pangkalpinang – Dalam acara peresmian Pusat Informasi Hukum (Law Center) provinsi Bangka Belitung (Babel) Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Direktur Jendral Pemasyarakatan (Dirjen PAS) menyatakan bahwa jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia mencapai 135 ribu orang.“Sementara daya tampungnya hanya 99 ribu orang. Jadi jumlahnya berlebih sekitar 36 ribu orang,” ujar Dirjen PAS Kemenkumkam, Untung Sugiyono, Jumat (25/2).

Untuk menampung warga binaan kasus Narkoba, menurut Untung, untuk saat ini baru terdapat 16 Lapas Narkoba di seluruh Indonesia dengan kapasitas sebanyak 8000 orang. Jumlah tersebut hanya mampu menampung 60 persen warga binaan kasus narkoba.

“Sebagian warga binaan kasus narkoba masih bergabung dengan napi lainnya, sehingga ke depan terus diupayakan membangun lapas khusus Narkoba. Saat ini sedang diupayakan pembangunan Lapas khusus narkoba, mengingat 40 persen dari 135 ribu orang warga binaan merupakan kasus narkoba” ujarnya.

Kelebihan kapasitas tersebut berdampak pada menurunnya pengawasan, pelayanan dan kendali, meningkatnya penularan penyakit, kematian, serta kasus peredaran narkotika di penjara. Untung menambahkan, saat ini di provinsi Babel sedang dibangun Lapas khusus narkoba dengan kapasitas 400 orang, untuk mengatasi kelebihan daya tampung Lapas Kota Pangkalpinang.

“Memang kasus narkoba di Babel belum terlalu tinggi, namun Lapas Narkoba tetap dipersiapkan dari sekarang karena lalu lintas orang di daerah kepulauan ini cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan memicu tingginya angka kasus narkoba,” lanjutnya.(Ant/IH)