Berita Nasional Peristiwa

Lagi, Napi Nusakambangan Kedapatan Bawa Psikotropika Dalam Lapas

Nusa Kambangan (ilustrasi)

Cilacap – Kepolisian Resor Cilacap menangkap seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Pulau Nusakambangan, yang diduga mengedarkan narkoba golongan IV di dalam lapas tersebut.

“Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai indikasi adanya peredaran narkoba di Lapas Narkotika Nusakambangan sehingga Satuan Reserse Narkoba Polres Cilacap melakukan penyelidikan sekitar satu bulan,” kata Wakil Kepala Polres Cilacap, Komisaris Polisi Syarif Rahman, di Cilacap, Jumat (20/1).

Selanjutnya, Syarif Rahman menyebutkan bahwa tim yang dipimpin Kepala Satres Narkoba Polres Cilacap Ajun Komisaris Polisi Anung Suryadi melakukan pemantauan di Dermaga Penyeberangan Wijayapura pada Senin (16/1), pukul 07.00 WIB, yang dilanjutkan dengan penggeledahan terhadap para pembesuk napi mulai pukul 08.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, petugas menggeledah seorang pembesuk bernama Bejo Priyatno alias Yanto alias Toto yang datang sekitar pukul 09.00 WIB.

“Dia dicurigai membawa, menyimpan, memiliki barang berupa narkoba. Saat digeledah, petugas menemukan obat Xanax Alprazolam jenis psikotropika golongan IV nomor urut 2 dengan jumlah 387 butir,” katanya.

Menurut dia, narkoba tersebut dibungkus dalam 10 kantong plastik yang digulung dengan lakban putih dan dimasukkan ke dalam botol berisi sabun cair.

Saat diperiksa, kata dia, pembesuk tersebut mengaku jika barang itu merupakan pesanan dari seorang temannya yang menjadi narapidana Lapas Narkotika Nusakambangan bernama Wahyu Kurniawan alias Cubung alias Cahyono.

Ia mengatakan, selanjutnya Kasatres Narkoba bersama 10 anggotanya berkoordinasi dengan Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan pada pukul 13.30 WIB yang dilanjutkan penggeledahan di Blok A5 Kamar 5 yang dihuni Wahyu Kurniawan alias Cubung.

“Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan barang bukti berupa sebuah telepon seluler berikut kartunya yang disimpan di saluran pembuangan air di dalam kamar. Selanjutnya petugas membawa napi tersebut ke Polres Cilacap guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Saat ditanya wartawan, tersangka Wahyu Kurniawan mengaku jika narkoba golongan IV tersebut tidak hanya digunakan sendiri tetapi juga dijual kepada para napi lainnya dengan harga Rp5.000 per butir.

Dia mengaku memesan narkoba tersebut pada seseorang di Jakarta melalui telepon seluler yang selanjutnya diambil oleh Bejo.
“Telepon ini saya peroleh dari seorang napi yang telah bebas,” kata dia yang telah mendekam selama sembilan bulan di Lapas Narkotika Nusakambangan.

Sebelumnya, dia mendekam di Lapas Banjarnegara selama enam bulan atas kasus narkoba jenis ganja dengan masa hukuman empat tahun penjara subsider tiga bulan kurungan.

Sementara itu, Bejo mengaku mendapat upah sebesar Rp400 ribu dari Wahyu untuk mengambil narkoba tersebut di Jakarta.(Ant/G)