Berita Nasional Kebijakan

Kurangi Bahaya Rokok, Ruang Peringatan Pada Kemasan Diperbesar

Peringatan Bahaya Rokok

Jakarta – Terkait dengan dampak merokok bagi kesehatan, pemerintah nantinya mewajibkan 40 persen dari luas sisi kemasan rokok akan berisi peringatan kesehatan berupa tulisan atau gambar.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono pada Rabu (7/3). Menurutnya, kebijakan ini akan dimulai setelah Peraturan Pemerintah (PP) tentang tembakau mulai diberlakukan.

“Namun demikian, pengesahan PP tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan nantinya tidak menguntungkan dan tidak merugikan pihak-pihak tertentu,” kata Agung.

Agung mengatakan bahwa PP ini akan diberlakukan paling lambat Desember 2013. Dalam rancangan PP, tidak disebutkan mengenai larangan bagi industri untuk memproduksi rokok dan juga larangan bagi petani untuk menanam tembakau.

“Tidak ada larangan untuk mengiklankan dan mempromosikan rokok, memperdagangkan rokok, merokok bahkan membawa rokok,” jelas Agung.

Rancangan ini mengatur tentang kegiatan untuk mengendalikan dampak rokok sebagai zat adiktif melalui pembatasan iklan, menyebarluaskan peringatan bahaya rokok bagi kesehatan manusia.

“Tujuannya untuk mencegah dan mengurangi bahaya rokok pada masyarakat,” tutupnya. (IH)

One thought on “Kurangi Bahaya Rokok, Ruang Peringatan Pada Kemasan Diperbesar”

  1. Pak Menteri sepertinya berkilah, coz RPP Tembakau sudah pasti merugikan petani tembakau, dan dampaknya juga pada industri thasil tembakau dan jutaan orang-orang yang terlibat didalamnya. Kerugian pertama jelas diskriminasi komoditas tembakau sebagai zat adiktif yang berujung menkriminalkan komoditas andalan petani ini, kerugian kedua adalah pengendalian tembakau yang tentu saja akan berujung pada eliminasi tembakau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *