Berita Nasional Kebijakan Nasional

Kuatir Disalahgunakan, Mensos Tolak Legalisasi Ganja

Kementrian Sosial

Batam – Menteri Sosial (Mensos), Salim Segaf Al Jufri, menolak legalisasi ganja karena akan berdampak sosial, terutama bagi generasi muda.

“Saya pribadi cenderung tidak sepakat karena khawatir akan disalahgunakan,” kata Mensos usai memberi pengarahan dalam rakornas program pemberdayaan sosial dan penanggulangan kemiskinan 2011 di Batam Kepulauan Riau, Sabtu (14/5).

Saat ini baru Belanda yang melegalkan ganja, sementara di Indonesia tanaman yang mempunyai stigma negatif itu dilarang berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika digolongkan sebagai narkotika kelas satu.

Sebelumnya sekelompok orang yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara menyuarakan legalisasi tanaman ganja di Indonesia. Mereka menggelar aksi Global Marijuana March (GMM) 2011 pada Sabtu 7 Mei 2011.

Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, sebelumnya juga mengatakan bahwa ada upaya memproses hukum pengguna narkotika dengan barang bukti satu gram diarahkan pada rehabilitasi bukan memasukkannya ke penjara.

Menurut Mensos, sulit untuk mengetahui apakah orang yang tertangkap tangan dengan barang bukti satu gram merupakan pemakai yang pertama kali atau sudah candu.

“Susah juga untuk tahu apakah itu yang pertama atau kedua mendeteksi juga sulit. Khawatir ke depan akan disalahgunakan,” ujarnya.

Mensos sepakat bahwa pengedar narkotika harus dihukum. Jika ada keringanan nantinya dikhawatirkan bisa disalahgunakan.

Menurutnya, dampak sosial narkotika sangat banyak dan merupakan masalah yang berat terutama pengaruhnya pada anak di bawah umur dan dikhawatirkan jumlah pemakainya akan lebih besar jika ada keringanan hukum.

Permasalahan narkotika menjadi salah satu masalah yang ditangani Kementerian Sosial terutama merehabilitasi para pecandu.(Ant/AM/Gen)

One thought on “Kuatir Disalahgunakan, Mensos Tolak Legalisasi Ganja”

  1. Hallo pak mentri,

    Kekhawatiran bukanlah alasan yang tepat untuk mengilegalkan ganja. alangkah lebih baik apabila dicerna, dibahas, dikaji ulang, diteliti, dan dipahami dulu tanaman ganja daripada bilang tidak karena UU bilang begitu?? Saya pun heran, apa bisa UU itu tercetus apabila mereka sang pembuat UU tidak tahu kebenaran ttg kebaikan tanaman ganja?

    Pak mentri,
    Ganja itu tidak bikin kecanduan. sama sekali tidak! bahkan, rokok biki orang kecanduan lebih dr ganja. coba kalo para perokok itu tdk bisa merokok dlm jangka waktu 5 jam saja, pasti mereka panik.

    Dampak untuk sosialnya saya pikir sangat positif. berapa banyak org2 yang jd korban pelarangan ganja? berapa banyak keluarga yg kehilangan anak tersayang/sosok ayah/ibu/kakak/adik hanya karena ganja? berapa banyak org2 yang meninggal dan terluka disaat para polisi mencoba untuk menangkap mereka? hukuman atas pelarangan ganja sangatlah tidak adil!

    Ganja dimasukkan sebagai narkotika gol ke-1, mengapa? sedangkan ganja mempunyai sifat positif bagi kesehatan? lain halnya dengan barang2 narkoba lainnya.

    pak mentri, saya yakin bapak lebih pintar dan bijaksana dalam hal ini, karena itu bapak sebagai mentri. tolong lah pak, tinjau ulang tanaman ganja, bukan hanya khawatir lalu bilang tidak.

    terima kasih.
    salam damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *