Berita Nasional Riset

Krisis Ekonomi Eropa Memicu Tingginya Penggunaan Napza di Skotlandia

Edinburgh – Menurut data statistik yang dirilis oleh Pusat monitoring ketergantungan napza di Eropa atau European Monitoring Centre for Drug and Drug Addiction (EMCDDA), Skotlandia menduduki peringkat teratas dalam penggunaan napza ilegal.

Hasil survey menyatakan bahwa satu dari 10 orang di Skotlandia menggunakan ekstasi, ini berarti lebih dari dua kali lipat dibanding negara lain. Survey EMCDDA juga menunjukkan bahwa 9,3 persen orang berusia 16-59 menggunakan ekstasi, yang kembali menjadi napza terfavorit di negara ini.

Prosentase pengguna LSD di Skotlandia cukup tinggi yaitu 5,8 persen, kokain 8,4 persen, berada di peringkat ketiga setelah Inggris-Wales dan Swedia.

Namun, walaupun lebih dari setengah populasi di Skotlandia menggunakan ganja, jumlah ini masih lebih rendah dibanding dengan Denmark, Italia, Perancis dan Republik Ceko.

Survey EMCDDA di tahun 2012 ini meneliti tentang tingkat penggunaan lima jenis napza yaitu ekstasi, kokain, LSD, ganja dan shabu. Dari 30 negara Eropa dalam bentang usia 15-64 tahun, jenis-jenis napza tersebut lebih sering digunakan oleh masyarakat persemakmuran Inggris.

Pakar pendidikan di Eropa berpendapat bahwa tingginya tingkat pengangguran menjadi pemicu remaja di wilayah setempat untuk menggunakan napza.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, setidaknya terjadi tiga kematian yang berhubungan dengan penggunaan ekstasi. Pihak berwajib di Skotlandia takut karena produksi ekstasi berkembang pesat di negara ini. Penggunaan napza legal yang belakangan ini telah mengakibatkan meninggalnya beberapa penonton festival musik.

Salah satu anggota Drug Education Charity mengatakan bahwa penggunaan napza tidak hanya dipicu oleh resesi, namun mereka yang sebelum resesi sudah menggunakan napza, hingga kini masih menggunakannya.

Badan Narkotika di Skotlandia, Scottish Crime and Drugs Enforcement Agency mencatat peningkatan yang cukup signifikan terkait penggunaan ekstasi. Jumlah sitaan ekstasi dalam kurun waktu 2010-2011 meningkat 60 persen, dari 157,7 kilogram napza yang disita tahun lalu, hampir 100 kilogram-nya adalah tablet ekstasi.

“Ini adalah sitaan ekstasi terbesar selama beberapa tahun terakhir. Jumlahnya melebihi 60 persen dari sitaan kami dan ini menunjukkan adanya pergeseran produk yang diedarkan oleh kelompok-kelompok kejahatan terorganisir terkait perdagangan napza,” ungkap Gordon Meldrum, Wakil Kepala Polisi Skotlandia seperti dirilis scotsman.com, Senin (23/7).

Ia menyatakan bahwa edukasi dan kepedulian sangat penting dilakukan termasuk oleh polisi untuk mengurangi dampak buruk atau bahaya penggunaan napza ilegal ini.

Sean Mc Collum, pakar narkotika di Skotlandia percaya bahwa masalah penggunaan napza di negara tersebut semakin parah dengan suramnya kondisi perekonomian dan penurunan kesejahteraan masyarakat.

“Tahun lalu, kami mengatakan bahwa kemiskinan mungkin merupakan komponen terbesar dalam masalah penggunaan napza Skotlandia, sehingga keluarnya hasil survey tersebut tidaklah mengejutkan. Situasi ekonomi saat ini menjadikan hubungan antara penggunaan narkoba dan kemiskinan lebih disorot,” ujarnya. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *