Advokasi Berita Lembaga Kebijakan Daerah

KPAK Bandar Lampung Libatkan PKNL dan Komunitas Penasun Dalam Program HR

logo aIds
HIV/AIDS

Bandar LampungKomisi Penanggulangan AIDS Kota Bandar Lampung pada Kamis (19/8), melakukan pertemuan koordinasi yang dihadiri beberapa dinas pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh masyarakat, dan beberapa populasi kunci.

Adapun pertemuan koordinasi ini terkait persiapan implementasi program Global Fund ATM Round 9 di kota Bandar Lampung dalam hal pengurangan dampak buruk bagi pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA).

“Kebutuhan akan akses Layanan Jarum Alat Suntik Steril (LJASS) yang saat ini sangat dibutuhkan teman-teman pengguna NAPZA khususnya yang ada di kota Bandar Lampung, akhirnya dapat terwujud,” ujar Adhit Al Faridzi dari Persaudaraan Korban NAPZA Lampung (PKNL) kepada NapzaIndonesia.com

Dalam program GF ATM R9 ini KPA Kota Bandar Lampung bekerjasama dengan Rumah Sakit Abdoel Moeloek dan Puskesmas Sukaraja sebagai lokasi rujukan layanan konseling dan tes HIV/AIDS secara sukarela atau yang biasa disebut Voluntary Counseling and Testing (VCT). Sementara Puskesmas Simpur dan Puskesmas Sukaraja sebagai rujukan akses Layanan Jarum Alat Suntik Steril (LJASS), layanan Komunikasi Informasi dan Edikasi (KIE), layanan kondom gratis serta pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS).

“Bagi para pengguna NAPZA suntik dan pasangannya yang ada di Bandar Lampung dapat segera mengakses layanan tersebut dengan mengunjungi RS dan puskesmas-puskesmas yang telah ditunjuk atau menghubungi petugas lapangan yang telah ditunjuk.” imbuh Adhit Al Faridzi.

Menurut rencana pada Jumat (27/8) mendatang, KPAK Kota Bandar Lampung akan kembali melakukan pertemuan serupa, guna lebih mematangkan implementasi rencana program tersebut. Implementasi program GF ATM R9 ini rencananya akan segera dimulai dalam waktu dekat ini, dengan melibatkan populasi kunci dan beberapa LSM terkait.(Adt7/Gen)