Berita Nasional Peristiwa

Korban Salah Tangkap Kasus Narkoba Segera Tempuh Jalur Hukum

Polri

Kediri – Mintoro, korban salah tangkap polisi saat menggerebek jaringan narkotika di Desa Selosari, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menuntut secara hukum kasus yang menimpa dirinya.

“Saya sudah memberikan maaf, tapi saya minta kasus ini diproses secara hukum,” kata Mintoro, saat dikonfirmasi tentang rencananya dari kasus yang menimpanya, Senin (20/8).

Mintoro dipukuli wajahnya oleh polisi hingga dua giginya rontok. Saat itu, polisi keras meminta agar Mintoro menunjukkan lokasi penyimpanan narkotika, karena dia dituding anggota jaringan penjual narkotika.

Ia sangat trauma dengan kejadian tersebut. “Saya baru dioperasi dan terkena musibah ini. Saya saat ini masih istirahat,” katanya mengungkapkan.

Kejadian tragis itu terjadi sekitar 04.15 WIB pada Minggu (19/8). Tujuh polisi dari Polres Kediri tiba-tiba menggerebek rumah Mintoro. Petugas merusak pintu dan langsung menemui Mintoro yang saat itu sedang bersiap ibadah shalat Idul Fitri.

Bukan hanya menganiaya Mintoro, polisi juga sempat menodongkan senjata api ke arah korban dan istri korban, Yuni. Namun, karena mereka (Mintoro dan istri) tidak mengetahui apa-apa, korban pun tidak bisa berkutik.

Warga sempat melaporkan masalah ini ke perangkat desa setempat, yang langsung datang ke rumah korban. Hampir terjadi perkelahian di sana, lalu perangkat desa meminta identitas warga yang dicari kepada polisi.

Saat itu, polisi ternyata mencari Heru, salah seorang pengedar. Dan, polisi baru sadar salah sasaran saat korban menunjukkan KTP-nya, tertulis nama di situ: Mintoro, bukan Heru. Sudah merusak rumah, memukuli hingga dua gigi rontok… salah orang!

Warga yang geram melihat ulah polisi yang main pukul, sempat melakukan menyandera mereka sekitar empat jam. Polisi tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi dan hampir dihakimi warga.

Aksi warga bisa dicegah setelah provos Polres Kediri datang, dan warga menuntut agar kepala operasional penggerebakan saat itu, Aipda Sugeng, meminta maaf. Sementara itu, Paur Humas Polres Kediri, Ipda Ribiko, belum bisa dikonfirmasi.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *