Berita Internasional

Korban Berjatuhan Sejak ‘Garam Mandi’ Beredar Luas di AS

Fulton – Ketika Neil Brown berada dalam pengaruh substansi berbahaya yang dijual sebagai ‘garam mandi’ ini, ia mengambil pisau dan mulai menguliti wajah dan perutnya berulang kali.

Brown selamat, namun pihak berwenang mengatakan tidak banyak yang mengalami nasib seberuntung pria ini. Banyak korban berjatuhan setelah menghirup, menyuntikkan atau merokok bubuk berbahaya yang dijual dengan berbagai nama seperti Ivory Wave, Red Dove dan Vanilla Sky.

Sebagian orang yang pernah mencoba ‘garam mandi’ mengatakan bahwa efek bubuk ini begitu kuat, hampir sama seperti metamfetamin (shabu). Sementara, para penegak hukum dan Pusat Pengendalian Racun di AS makin gencar mengkampanyekan bahaya ‘garam mandi’.

‘Garam mandi’ yang selama ini diiklankan dengan nama kimia yang rumit merupakan ancaman baru yang mulai meresahkan beberapa negara bagian AS. Otoritas setempat telah melarang penjualan ‘garam mandi’.

Dari Deep South sampai California, banyak panggilan darurat yang masuk dari korban penggunaan bubuk stimulan yang mengandung mephedrone dan methylenedioxypyrovalerone, juga dikenal sebagai MDPV.

Dijual dengan nama Ivory Wave, Bliss, White Lightning dan Hurricane Charlie, bahan kimia ini dapat menyebabkan halusinasi, paranoia, percepatan denyut jantung dan dorongan untuk bunuh diri, demikian keterangan pihak berwenang.

Bahan kimia dalam produk ini dijual secara legal di toko-toko dan di internet sebagai garam mandi dan bahkan makanan tumbuhan. Namun, mereka belum tentu digunakan sesuai tujuan pada label.

Anggota parlemen Mississippi  minggu ini mulai mempertimbangkan usulan untuk melarang penjualan ‘garam mandi’, dan langkah yang sama sedang dirumuskan di Kentucky.

Di Louisiana, ‘garam mandi’ dilarang oleh Pusat Pengendalian Racun Negara setelah pemerintah setempat menerima lebih dari 125 telepon dalam tiga bulan terakhir tahun 2010 terkait jatuhnya korban akibat paparan bahan kimia tersebut.

Brown mengatakan telah mencoba segala jenis napza, dari heroin sampai crack (turunan kokain), dan ia sangat terguncang oleh halusinasi menakutkan yang dialaminya. Brown menulis satu pesan pada warga Mississippi agar menjauh dari penggunaan ‘garam mandi’ yang marak diiklankan.

“Saya tidak bisa menceritakan mengapa saya melakukannya,” kata Brown, menunjuk bekas lukanya. “Efek psikologis masih saya rasakan.”

Sementara Brown selamat, otoritas Sheriff di satu daerah Mississippi mengatakan mereka meyakini ada seorang wanita mengalami overdosis karena serbuk ‘garam mandi’.

Di Louisiana selatan, keluarga seorang pria berusia 21 tahun melaporkan, anak mereka memotong tenggorokannya dan mengakhiri hidupnya dengan tembakan. Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah pria yang dituntut hukuman mati dalam kasus kematian Wakil Sheriff Tippah County, Mississipi tersebut berada di bawah pengaruh ‘garam mandi’.

Stimulan ini  tidak diatur oleh Drug Enforcement Administration (DEA) tetapi berada dalam pengawasan pemerintah federal. Pejabat berwenang menyatakan beberapa merk ‘garam mandi’ kemungkinan dikirim dari Eropa, tapi masih belum diketahui negara asal ‘garam mandi’ tersebut.(huft/ys)