Berita Internasional

Koran Meksiko Minta Kedua Pemimpin Kartel Bersengketa Berikan Petunjuk Peliputan

bend MeksikoCiudad Juarez – Setelah menyaksikan dua wartawannya terbunuh dalam kurun waktu kurang dua tahun, surat kabar terkenal di Ciudad Juarez, Meksiko, menerbitkan editorial yang berisi permohonan kepada para gembong narkotika untuk memperoleh panduan liputannya mengenai kartel narkoba.

Permohonan ganjil ini dapat diartikan bahwa pemerintah Meksiko tidak berkuasa lagi di kota yang memiliki tingkat kekerasan paling tinggi di Meksiko tersebut.

Di halaman depan editorialnya, Minggu (19/9), El Diario de Juarez meminta dua kartel yang bertikai mengendalikan perdagangan narkotika di kota itu dari Rio Grande hingga El Paso, Texas, untuk mengungkapkan apa yang mereka inginkan dari koran itu sehingga tetap beroperasi tanpa harus ada korban tewas dan intimidasi lebih lanjut terhadap wartawannya.

“Kami meminta kalian untuk menjelaskan apa yang kalian inginkan dari kami, apa yang seharusnya kami terbitkan atau tidak terbitkan, sehingga kami tahu apa yang diharapkan,” papar editorial itu merujuk para pemimpin organisasi narkoba berbeda yang bertikai mengendalikan kota Ciudad.

“Ini bukan menyerah,” tegas koran itu, namun menyebut kehilangan dua reporternya sejak 2008 sebagai “penderitaan tak terperikan.”

Bahkan dalam perang pun, tulis koran itu, ada jaminan dan protokol yang ditujukan untuk melindungi wartawan yang bertugas meliput pertempuran.

Editorial itu adalah yang kedua mengenai soal itu yang dilakukan El Diario sejak orang-orang bersenjata menyerang dua fotografernya, salah satunya wartawan baru.

Pewarta foto baru itu, Luis Carlos Santiago (21), terbunuh, sementara yang satunya lagi terluka parah ketika keluar kantor untuk makan siang Kamis pekan lalu.

Pada 2008, salah seorang dari reporter berita kriminal ditemukan tewas tertembak di luar rumahnya ketika mengantar putrinya berangkat sekolah.

Pengacara negara bagian Chihuahua kemarin menegaskan bahwa kematian Santiago karena persoalan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya sebagai seorang jurnalis. Tapi publik meragukan pernyataan itu.(Ant)