Advokasi Berita Lembaga Kegiatan

Komunitas Pengguna NAPZA Lakukan Pelatihan Pendokumentasian Pelanggaran HAM

Pelatihan Human Right Monitoring
Pelatihan Human Right Monitoring

Kuta – Puluhan pegiat komunitas advokasi pengguna NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) dari beberapa kota di Indonesia, Jumat (28/10) mulai melakukan pelatihan bersama di Kuta, Bali.

Adapun pelatihan ini dilakukan guna membangun kesamaan pandangan terkait pendataan dan pendokumentasian pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Indonesia.

“Kegiatan ini dilakukan guna membangun kesamaan visi misi agar ada kesamaan gerak langkah antar komunitas di beberapa kota di Indonesia,” ungkap Yvonne Sibuea, Koordinator PERFORMA, Semarang.

Pelatihan ini dilakukan mengingat masih tingginya pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) berupa tindak kekerasan dan pemerasan yang dilakukan aparat penegak hukum kepada para pengguna NAPZA atau pecandu narkotika di Indonesia.

“Pelanggaran HAM masih saja terjadi, dan kami dari komunitas advokasi pengguna NAPZA di beberapa kota di Indonesia merasa perlu untuk melakukan pendataan dan pendokumentasian setiap pelanggaran HAM yang terjadi. Hal ini dilakukan agar dapat merubah kebijakan yang selama ini belum berpihak kepada komunitas pecandu,” terang Lili Herawati, Koordinator PANAZABA – Bandung.

Adapun pelatihan bersama ini diikuti para pegiat dari FORKON – Jakarta, PANAZABA – Bandung, PERFORMA – Semarang, dan EJA – Surabaya.

Selain itu, beberapa pegiat harm reduction dari KiPAS – Bengkulu, Komunitas Dua Hati – Denpasar, dan Kopenham – Mojokerto juga ikut serta dalam kegiatan bersama ini. Menurut rencana, kegiatan ini akan berlangssung selama enam hari.(Gen)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *