Advokasi Berita Daerah Kebijakan Nasional Tembakau & Rokok

Komunitas Kretek: Hari Anti Tembakau Sarat Kepentingan Asing

Jember – Diperingatinya Hari Tanpa Tembakau sedunia setiap tanggal 31 Mei dinilai sarat dengan kepentingan pemodal asing. Hal ini dianggap mengancam kelangsungan hidup petani tembakau di Indonesia.

Pernyataan ini dilontarkan oleh Pegiat Komunitas Kretek Jember, Asosiasi Petani Tembakau Naa Oogst, dan Asosiasi Tembakau Kasturi dalam unjuk rasa menolak Hari Anti Tembakau.

Selain berorasi, unjuk rasa yang digelar di bundaran gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jember ini juga menampilkan pementasan tari khas Jember, Tari Lahbako.

Menurut Komaruddin, Koordinator Komunitas Kretek wilayah Jember, Hari Anti Tembakau sarat dengan kepentingan ekonomi negara-negara maju. Kepentingan pihak asing dalam hal ini adalah untuk menguasai pasar tembakau nasional. Hal itu tampak dari beragamnya upaya perusahaan rokok multinasional untuk menguasai pasar, gudang, dan pabrik rokok di Indonesia.

“Kampanye-kampanye mereka hanya untuk kepentingan kapital perusahaan farmasi multinasional. Indonesia yang memiliki lahan tanaman tembakau luas justru akan dilemahkan dengan kampanye-kampanye Hari Anti Tembakau sedunia itu,” kata Komaruddin, seperti diberitakan Kompas, Kamis (31/5).

Senada dengan pendapat tersebut, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Naa Oogst H. Hamam menyatakan bahwa kampanye anti-tembakau yang gencar dilakukan negara-negara maju itu justu berlawanan dengan kenyataan.

“Sekitar 30 persen kebutuhan tembakau dunia dibeli dari Indonesia. Harusnya dunia konsisten. Kalau bilang anti ya tidak usah ambil tembakau dari sini,” katanya.

Sejarah tembakau di Jember dimulai tahun 1850-an saat warga keturunan Belanda, Georger Birnie, membuat perkebunan tembakau di tiga kecamatan di Jember, yakni kecamatan Ajung, Jenggawah, dan Mumbulsari yang kemudian terus berkembang sampai sekarang.

Mamam menambahkan, sebanyak 25 persen dari 30 persen tembakau yang dibeli dunia berasal dari Jember.

Ketua Asosiasi Tembakau Kasturi Jember, Abdurrahman, menyatakan pemerintah Indonesia harus melindungi jutaan rakyatnya yang selama ini hidup dari komoditas tembakau.

“Jangan cuma tunduk menyerah saja kepada pihak asing yang berkedok kampanye penyelamatan dunia, tapi mengorbankan rakyat sendiri,” ujar Abdurrahman. (Kos/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *