Aktivitas Berita Lembaga

Komunikasi Perubahan Perilaku Butuh Peran Populasi Kunci

Semarang – Siaran radio komunitas hasil kerjasama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah bersama dengan Kelompok Advokasi Kebijakan Napza PERFORMA dan Forum LSM Semarang, pada bulan Agustus ini mengambil tema Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS).

Siaran perdana bulan Agustus ini membahas tentang komunikasi perubahan perilaku, dengan dua narasumber, Dian Sulistyanto dari Graha Mitra, LSM pendamping waria dan Ira Hapsari dari PERFORMA. Siaran yang berlangsung selama dua jam ini dilakukan di radio komunitas REM FM Universitas Negeri Semarang pada Senin (8/8).

Dalam membahas komunikasi perubahan perilaku, kedua narasumber menyampaikan tentang perlunya pemberian informasi yang benar kepada masyarakat tentang HIV, penularan dan bagaimana membangun motivasi ke arah pola hidup yang lebih sehat dan produktif.

“Dalam kasus pengguna napza, komunikasi perubahan perilaku juga dilakukan supaya para pengguna memperoleh informasi yang benar mengenai napza yang digunakannya. Tujuannya supaya lebih aman menggunakan napza dan tidak merugikan kesehatannya,” ujar Ira saat siaran berlangsung.

Menurut Ira, hal ini sejalan dengan program pengurangan dampak buruk penggunaan napza atau Harm Reduction. Selain transmisi melalui jarum suntik, salah satu cara mencegah infeksi HIV dikalangan pengguna napza adalah pemberian informasi tentang seks yang aman.

“Informasi penggunaan kondom di komunitas pengguna napza juga perlu dilakukan sebagai salah satu bagian dari komunikasi perubahan perilaku. Hal ini penting karena penularan HIV pada komunitas pengguna napza juga bisa terjadi melalui transmisi seksual selain melalui jarum suntik,” paparnya.

Secara umum, Dian dari Graha Mitra menyampaikan hal-hal penting yang dilakukan dalam komunikasi perubahan perilaku. Dimulai dari pemberian informasi dan edukasi, konseling, penilaian resiko, sampai pada rujukan dan perawatan.

“Salah satu hal yang penting dalam komunikasi perubahan perilaku adalah melibatkan populasi kunci, sehingga apapun program yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini KPA dan jaringannya bisa tepat sasaran,” tutup Dian. (AM/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *