Berita Nasional Kegiatan

Kesamaan Persepsi Diperlukan Dalam Menangani Masalah Pengguna NAPZA

Semarang – Relawan yang baru bergabung di Lembaga Pelopor Perubahan, menyamakan persepsi dalam memandang permasalahan pengguna NAPZA. Kegiatan ini terangkum dalam pelatihan selama tiga hari di kantor Lembaga Pelopor Perubahan mulai Selasa (14/4).

Dalam sesi diskusi mengenai masalah yang dihadapi pengguna NAPZA, pemateri Yvonne Sibuea menjelaskan tentang latar belakang kebijakan NAPZA yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani pengguna NAPZA.

“Selama bertahun-tahun, pemerintah menggunakan banyak sekali dana untuk penanganan pengguna NAPZA berbasis investigasi, penangkapan dan pemenjaraan untuk kasus kepemilikan NAPZA,” terangnya.

Yvonne menerangkan bahwa biaya untuk penanganan tersebut tidak sebanding dengan pembiayaan perawatan ketergantungan NAPZA dan pendidikan preventif yang sangat sedikit.

“Belum lagi kampanye hitam yang berisi tentang pesan-pesan yang bersifat mendiskreditkan dan cenderung menakut-nakuti. Hal ini semakin menimbulkan cap buruk dan stigma masyarakat pada pengguna NAPZA,” imbuhnya.

Dalam diskusi ini dibahas mengenai penanganan masalah pengguna NAPZA yang lebih manusiawi, antara lain dengan penghapusan stigma dan diskriminasi, penghapusan praktek kekerasan aparat hukum pada pengguna NAPZA dan dekriminalisasi pengguna NAPZA. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *