Berita Internasional Hukum Kebijakan Mancanegara

Kepolisian New York Hentikan Penangkapan Pengguna Ganja Di Luar Prosedur

New York, NapzaIndonesia.com – Komisaris Polisi Ray Kelly telah mengeluarkan perintah internal pada Kepolisian New York, New York Police Department untuk berhenti melakukan penangkapan pada orang yang membawa ganja dalam jumlah kecil, yang digunakan bukan digunakan di tempat umum.Perintah tersebut dikeluarkan tepat waktu ketika Kepolisian New York mendapatkan sorotan publik secara luas atas aksi penangkapan kasus ganja yang tidak sesuai prosedur.

Surat perintah internal Kelly tiba di meja polisi pengawas dalam minggu ini, dan salinan perintah tersebut juga dikirimkan pada WNYC, sebuah portal berita online.

Dalam surat perintah internal tersebut, Kelly menyebutkan, “Banyak pertanyaan dari anggota korps Kepolisian New York muncul terkait prosedur penangkapan terkait kepemilikan ganja. Apa yang harus dilakukan bila mendapati orang yang membawa ganja dalam jumlah kecil di tempat-tempat umum, apakah kasus tersebut memenuhi syarat untuk diproses sesuai aturan kriminal kepemilikan ganja.”

Sebuah sumber di Kepolisian New York mengungkapkan pada WNYC, momen ini merupakan kali pertama Kelly memperhatikan isu penangkapan kasus ganja yang disinyalir tidak sesuai prosedur, sejak April 2011, saat Kepolisian New York terus menerus melakukan penyitaan ganja dengan cara-cara ilegal.

Di New York, kepemilikan ganja dalam jumlah kecil hanya akan dikenai tuntutan kriminal bila digunakan di ruang publik. Perintah yang dikeluarkan Kelly bertujuan mengingatkan para staf-nya bahwa hanya kasus penggunaan ganja yang terlihat di ruang publik yang diperbolehkan untuk dikenai tuntutan kriminal. Bila polisi berhasil menemukan ganja dalam penggeledahan di tempat umum, maka kasus tersebut hanya akan dikenai kategori pelanggaran.

Lebih dari 85% masyarakat yang ditahan karena kasus ganja di New York berasal dari kaum Afro Amerika dan keturunan Latin yang tinggal di kawasan miskin. Penelitian nasional di AS menunjukkan bahwa warga kulit putih AS yang menggunakan ganja berjumlah lebih banyak dari warga Afro Amerika dan keturunan Latin dalam kategori usia yang sama.(wnyc/YS)