Berita Internasional Kebijakan Global

Kemenangan Morales: PBB Legalkan Praktik Mengunyah Koka di Bolivia

La Paz – Penggunaan daun koka secara tradisional di Bolivia tidak lagi dikategorikan sebagai ilegal. PBB mengeluarkan dispensasi khusus yang mengizinkan penanaman dan penggunaan daun koka secara tradisional di Bolivia pada Jumat (11/1).

Koka dikategorikan sebagai napza ilegal menurut Konvensi Tunggal Narkotika PBB 1961, disamakan dengan kokain, heroin, morfin, dan berbagai substansi kimia sintetis.

Koka adalah tanaman bahan dasar pembuatan kokain, tetapi mayoritas masyarakat berdarah asli Bolivia memiliki tradisi mengunyah koka sebagai stimulan ringan. Tradisi ini telah dimulai sejak masa pra Kolombia. Masyarakat Bolivia menggunakan daun koka sebagai teh, dalam pengobatan maupun ritual agama dan sosial.

Pada 2012, pemerintahan Presiden Morales menarik diri dari Konvensi Tunggal Narkotika PBB 1961, karena PBB menolak memberi pengecualian pada penggunaan koka secara tradisional di wilayah Bolivia. Perubahan ini adalah kemenangan diplomatis bagi Morales. Untuk menghalangi perubahan kebijakan ini, diperlukan 62 negara anggota PBB untuk menolak, tetapi hanya 15 negara yang melakukan penolakan, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara anggota G8 lainnya. Diantara negara-negara yang menolak perubahan ini adalah Jerman, Rusia, Swedia, Inggris, Jepang, Belanda dan Portugal.

Menurut Martin Jelsma, Koordinator Trans National Institute’s Drugs and Democracy Program, “Negara-negara yang berkeberatan atas perubahan kebijakan karena masalah prosedural adalah munafik. Ini bukan masalah legitimasi prosedur yang dilakukan Bolivia, dan juga bukan sekedar masalah mengunyah koka”. Martin menambahkan bahwa yang terjadi adalah ketakutan untuk mengakui bahwa kerangka kesepakatan internasional tentang napza ini inkonsisten, ketinggalan zaman, dan memerlukan perombakan besar.

Trans National Institute menekankan, sukses Bolivia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dimana praktek mengunyah koka secara tradisional diperbolehkan, seperti Argentina, Kolombia, dan Peru, agar mereka juga berani mendorong perubahan pada Konvensi Tunggal Narkotika PBB 1961 yang melarang penggunaan daun koka.

Trans National Institute menyerukan agar Organisasi Kesehatan Dunia, WHO segera mengadakan pengkajian terhadap keputusan menggolongkan daun koka sebagai napza golongan I dalam Konvensi Tunggal Narkotika PBB 1961.(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *