Berita Internasional Peristiwa

Kekerasan di Meksiko Akibat Perang Narkoba Berlanjut

polisi meksikoTamaulipasMarco Antonio Leal Garcia, walikota Hidalgo di salah satu kawasan perbatasan Tamaulipas Meksiko ditembak mati oleh sekelompok orang yang dipercaya sebagai kartel narkoba. Garcia ditembak saat menyetir mobil, dan insiden ini juga melukai anak perempuanya yang masih empat tahun, demikian laporan kantor berita AFP.

Ini merupakan peristiwa penembakan kedua dalam dua minggu terakhir, sebelumnya di perbatasan Hidalgo negara bagian Nuevo Leon, seorang walikota lainnya ditemukan tewas terbunuh pada Rabu (18/08) lalu. Hal ini menambah kekerasan di kawasan tersebut setelah serangkaian serangan bom terjadi selama akhir pekan.

Empat ledakan terjadi secara terpisah dalam waktu 24 jam sepanjang akhir pekan melukai setidaknya 17 orang. Lokasi ledakan itu sepertinya memang diarahkan ke lokasi tempat dimana kaum pendatang berada. Pada hari Jumat dua bom meledak di negara bagian ibukota, Ciudad Victoria, laporan menyebut target ledakan adalah stasiun televisi dan kantor-kantor otoritas perhubungan, namun tidak ada korban yang timbul dalam insiden ini.

Presiden Meksiko Felipe Calderon mengutuk aksi serangan ini dengan menyebut sebagai tindakan pengecut. Polisi di Tamaulipas juga tengah menyelidiki pembunuhan massal terhadap 72 orang yang diduga sebagai anggota mafia narkoba.

Sementara itu, militer menyatakan telah menangkap seorang ”letnan” sebuah kartel di Monterrey. Francisco Zapata Gallegos ditangkap dalam operasi penggerebekan Jumat pekan lalu. Dia telah mengaku ikut serta dalam serangan bulan Maret yang menewaskan dua orang mahasiswa Universitas Monterrey, kata militer.

Zapata alias “si Botak” diyakini sebagai salah satu figur penting kartel Zetas di Monterrey. Dia dilaporkan menghabiskan beberapa bulan bersembunyi, tapi akhirnya bisa ditangkap setelah salah seorang temannya membocorkan rahasia tempat persembunyiannya.

Saat ini polisi tengah mencari seorang jaksa yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini dan dilaporkan telah menghilang bersama seorang polisi selama beberapa hari. Kejaksaan Meksiko menyatakan sangat peduli atas keamanan Roberto Suarez, seorang jaksa penuntut yang mengepalai penyelidikan dalam kasus ini.

Wartawan BBC melaporkan kalau gangster memang mengincar orang yang mencoba mengusik keberadaan mereka dengan mencari keterkaitan kartel ini dengan sejumlah kasus pembunuhan. Banyak kekerasan yang terjadi di kawasan ini yang dilakukan oleh kartel Zetas, sebuah kelompok brutal beranggotakan mantan pasukan komando elit militer Meksiko. Pemerintah AS menggambarkan kartel ini sebagai organisasi sindikat kriminal paling berbahaya di Meksiko.(BBC)