Berita Nasional

Kejari Boyolali Surati Kedubes Vietnam Meminta Penerjemah Bagi Warganya

Viet Nam

Boyolali – Tran Thibich Hanh (34) warga negara Viet Nam yang menjadi terdakwa dalam kasus penyelundupan psikotropika jenis shabu seberat 1,104kg mengajukan permohonan disediakannya penerjemah oleh Kejaksaan Negeri Boyolali.

Namun permohonan Tran ini belum mendapatkan tanggapan dari Kedutaan Besar Viet Nam di Jakarta.

“Kami sudah dua kali mengirimkan surat permohonan ke Kedubes Viet Nam di Jakarta, terkait permintaan terdakwa yang terlibat kasus penyelundupan shabu. Namun, hingga kini kami belum menerima balasan,” kata jaksa penuntut umum Saptanti Lastari, di Boyolali, Kamis (8/9).

Menurut Saptanti, permintaan akan penerjemah tersebut dipandang perlu karena terdakwa tidak fasih berbahasa Inggris dan dia hanya dapat menguasai bahasa daerahnya yakni Viet Nam.

Selama pemeriksaan penyidik di kepolisian maupun kejaksaan dan kemudian proses sidang terdakwa sudah didampingi oleh seorang penerjemah Bahasa Inggris dari Boyolali.

Namun, terdakwa tidak dapat mengetahui secara jelas sehingga mempersulit jalannya sidang.

“Saya sudah mengirimkan surat permohonan atas permintaan terdakwa hingga dua kali ke Kedubes di Jakarta, pada Jumat (19/8) dan (26/8). Namun, tidak ada respons dari kedubesnya dan hal ini akan disampaikan ke majelis hakim pada sidang Senin (12/9),” katanya.

Menurut dia, jika ada bantuan penerjemah yang dapat berbahasa Vietnam untuk mendapingi terdakwa, maka jalannya sidang akan lebih cepat dan lancar.

Terdakwa Tran Thibich Hanh, warga Vietnam menjalani proses hukum di PN Boyolali, karena dia terlibat kasus penyelundupan shabu-shabu seberat 1,104 kilogram senilai Rp2,2 miliar, di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, pada Minggu (19/6).

Berdasarkan surat dakwaan jaksa penuntut umum, Tran Thibich Hanh, dikenai pasal berlapis yakni Pasal 112 ayat 2, Pasal 113 (2) dan 114 UU 35/2009, tentang Narkoba dengan ancaman hukuman penjara antara 10 tahun hingga hukuman mati. (Ant/YS)