Berita Internasional Kebijakan Mancanegara Riset Tembakau & Rokok

Kebijakan Tembakau di Selandia Baru Sulitkan Para Perokok

Wellington – Kenaikan pajak tembakau hingga sebesar 40 persen selama empat tahun kedepan yang diberlakukan oleh Pemerintah Selandia Baru, telah meresahkan para perokok di negara tersebut lebih dari sebelumnya.

Harga rokok di Selandia Baru saat ini termasuk yang tertinggi di dunia. Dengan kenaikan pajak ini, pada 2016 harga rokok sebungkus akan mencapai Rp133 ribu.

Sejumlah negara lain memuji upaya pemerintah Selandia Baru untuk membuat rakyatnya berhenti merokok. Sebelumnya, pejabat kesehatan di negara ini mengusulkan kenaikan harga rokok hingga mencapai Rp 700 ribu per bungkus, namun gagasan itu ditolak.

Seorang warga, Chris Hobman, seperti diberitakan Kompas menyatakan bahwa tingginya harga rokok akan mendorong perokok yang berpenghasilan rendah untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebiasaan mereka. Menurutnya, pemerintah perlu memikirkan cara lain untuk membuat masyarakatnya berhenti merokok.

Hayley Mauriohooho yang telah merokok selama 20 tahun menyatakan bahwa akan lebih baik jika semakin banyak yang berhenti merokok. Namun menurutnya, kenaikan pajak tidak akan membuat seseorang berhenti merokok.

“Cukup konyol bagi pemerintah untuk berkonsentrasi pada masalah itu. Mereka punya sejumlah hal besar lain yang perlu dikhawatirkan,” perempuan Warga Wellington ini seperti dikutip The Telegraph, Jumat (25/5).

Sementara itu, perusahaan rokok British American Tobacco (BAT) cabang Selandia Baru mengatakan bahwa kenaikan pajak tembakau dan rokok akan memaksa konsumen beralih ke pasar gelap.

“Permintaan konsumen jauh lebih baik dilayani perusahaan yang legal ketimbang oleh operator ilegal yang pasti akan tumbuh begitu pemerintah membuat mereka semakin sulit untuk membeli produk pilihannya,” tulis Susan Jones, kepala urusan korporasi dan regulasi BAT dalam e-mail.

Namun demikian menurut pejabat Selandia Baru, kasus penjualan tembakau di negaranya tidak banyak. Data di Selandia Baru menyebutkan bahwa hasil studi  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara ini menempati urutan ketiga dengann sejumlah 20 persen penduduk dewasa Selandia Baru merokok. Sedangkan untuk negara maju lainnya tercatat sekitar 16 persen orang dewasa di AS, 17 persen di Australia, 23 persen di China, dan 27 persen di Perancis.

Selandia Baru telah mengenakan pajak lebih dari 70 persen untuk rokok. Di China, angkanya 41 persen, AS 45 persen, Australia 64 persen, dan Perancis 80 persen. (Kos/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *