Berita Internasional Kebijakan Mancanegara

BMA: Kebijakan NAPZA Inggris Harus Lebih Berfokus pada Kesehatan

London – Kebijakan napza Inggris  harus lebih berfokus pada kesehatan, karena pendekatan kriminalisasi menjauhkan pengguna napza dari perawatan kesehatan, demikian pernyataan the British Medical Association (BMA).

Menurut BMA, walaupun angka penggunaan napza ilegal telah menurun, masalah jangka panjang yang mengiringi penggunaan napza, serta kematian akibat napza justru tidak menyusut.

Dewan Sains dari Asosiasi Medis Inggris, Prof Averil Mansfield mengungkapkan bahwa pendekatan pelarangan napza yang saat ini dianut Inggris tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Mansfield menekankan, “Sementara profesi medis tidak pernah membenarkan penggunaan napza ilegal, dilain sisi kita percaya bahwa profesi medis harus menunjukkan pemahaman atas situasi ketergantungan napza dan merespon dengan cara yang sama seperti kami menangani situasi medis lainnya.” BMA berprinsip bahwa pengguna napza memperoleh perlakuan sebagai pasien.

Masalah terkait penggunaan napza terjadi pada 10% dari seluruh pengguna napza di Inggris. Kelompok usia 25-34 merupakan kelompok yang memiliki tingkat tertinggi permasalahan terkait penggunan napza. Ganja adalah napza yang paling sering digunakan, diikuti oleh kokain, ekstasi dan amfetamin.

Seperti diberitakan BBC, bulan lalu, Perdana Menteri David Cameron menolak usulan sekelompok anggota parlemen untuk membentuk komisi kerajaan pencari fakta tentang kemungkinan dekriminalisasi dan legalisasi napza. Menurut Cameron, kebijakan napza Inggris saat ini sudah tepat, dengan mengutamakan perawatan dibandingkan pemenjaraan. Upaya yang harus lebih keras dilakukan adalah menjaga agar tidak ada napza beredar di penjara. Cameron berpendapat, Inggris belum memerlukan komisi kerajaan seperti yang diusulkan.

Data resmi Inggris menunjukkan bahwa penggunaan napza di Inggris dan Wales berada pada angka terendah sejak tahun 1996. Di sisi lain, ada kecenderungan peningkatan penggunaan “napza legal” yang kini telah dilarang, seiring dengan peningkatan angka kematian yang berkaitan dengan penggunaannya.(bbc/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *